Langsung ke konten utama

OTEM : BESOK MUNGKIN KITA SAMPAI

Obrolan ini didukung oleh Music by Hindia-Besok Mungkin Kita Sampai

Haha, lucu sih
Kemarin sempat denger temen ada yang pengen segera nikah
Kemarin juga denger kalau temen ada yang nikah Desember 2020 sama Januari 2021
Bulan lalu denger temen udah punya anak
Terus hari ini denger ada yang nanya, siap belum nikah

Nggak sekali ini aja, jauh jauh bulan juga pernah ditanyakan
Tapi moon maap, proses orang kan beda-beda bapak, ibu, saudara-saudara
Saya bukannya menyia-nyiakan kesempatan, pilih-pilih orang, apa lagi nggak bersyukur
Asli, saya bersyukur sekali, saya sangat senang, dan saya sangat menghargai
Tapi masalahnya sayanya, pak, bu, saudara yang belum siap bergelut dengan bermacam-macam kondisi-situasi setelah itu

Ngatur kehidupan sendiri aja masih bingung, emosinya juga masih kayak wahana dufan
Juga, jangan sering-sering tanyalah
Baru juga bulan kemarin tanya
Insyaallah kalau berubah pikiran saya bilang

Jangan juga sering nanya ke mamak kapan saya nikah
Kalau nggak ngefek sih nggak papa
Masalahnya mamak saya kepancing ini
Yang awalnya adem ayem kan, jadi diem-diem ngajakin ngobrol yang lama-lama menjurus ke situ tuh
Ini nih, kalau mamak udah diem-diem masuk kamar sambil senyum-senyum
Sayanya jadi curiga, mesti mau ngomong soal itu lagi

Bukannya apa-apa, kalau yang nanya mamak itu jawabnya susah
Takut kalau jawaban kita ini nggak sesuai ekspektasi mamak
Takut aja bikin beliau sedih
Saya ngerasa jadi anak durhaka aja
Udah tiap hari numpang makan, nggak ngebantuin beresin rumah
Masa mau nambah nggak bisa ngabulin keinginannya

Saya sungguh berterima kasih atas perhatian bapak-ibu, saudara
Alhamdulillah masih ada yang peduli sama masa depan saya
Tapi sekali lagi, proses orang beda-beda
Mungkin soal masa depan, saya ini itungannya terlambat
Ya, gimana, jiwa kecilnya masih nginthil

Udahlah, capek.
Baru aja hari ini istirahat, udah dikasih satu pertanyaan berat lagi.
Alhamdulillah, masih dicoba, Allah masih sayang nihh. Aamiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...