Langsung ke konten utama

OTEM : Bisa nggak, jangan senyum

Huh, ternyata alasanmu selama ini suka sama orang tuh simpel ya. Lihat senyumnya aja, bisa-bisa bikin susah tidur.

Inget, dari SMP. Pas kamu ketemu si tas putih itu, terus bilang ke saudaramu kalau kamu suka, karena pertemuan pertama kalian, dia senyum duluan ke kamu, kan?!

Terus, pas SMA. Kakak kelasmu yang tinggi itu, dia juga senyum sama kamu duluan. Terus kamu seneng. Nggak nyadar aja ternyata udah ada yang punya.

Masih pas SMA. Sama temen sekelasmu, pas kerja bakti bareng, dia senyum bareng kamu, bahkan sampai ketawa.

Terus apa? Sekarang? Huh, kamu pulang-pulang udah senyam-senyum sendiri dijalan.
Ternyata dengerin lagunya Pee Wee Gaskin-Dekat. Yang liriknya juga ngebahas senyum.
Pas ditanya kenapa, kamu cuma senyum.

Baru nih, pas udah tenang kamu bilang hari ini kamu lihat dia senyum
Mukanya lucu banget. Baru kali ini juga dia bisa sampai ketawa gitu
Itu katamu. Yakin deh, pasti kamu mikir itu karena bareng sama kamu, kan?!
Hahaha, terus kamu juga begitu, kan?! Merasa bisa ketawa bebas, ngomong bebas, pas ketemu sama dia, kan?!

Kamu bilang, semenjak kenal dia, banyak perubahan positif dalam dirimu.
Yaaaa...syukur sih, kamu berubah positif. Aku lihatnya juga gitu.
Mood-mu yang udah kayak angin topan itu bisa-bisanya stabil dalam kondisi baik 1 bulan penuh
Kamu yang biasanya mendem banyak hal, mulai terbuka
Kamu yang biasanya susah kendaliin emosi, udah bisa ngontrol pelan-pelan

Aku seneng banget, bener-bener seneng karena akhirnya keceriaan yang kamu perlihatkan nggak pura-pura lagi
Tapi selalu ingat ya posisimu.

Ya udah, istirahat gih. Besok masih banyak kejutan yang bisa aja bikin seneng bisa juga sebaliknya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...