Langsung ke konten utama

CHAT : Random

Huhh, bentar lagi 2021 woyy. Masih gini-gini aja.
Suka mikir gitu juga nggak, sih? Kalau iya, berarti kita sama. Gue anggep kita sama aja, ya. Biar gue nggak sendirian, hahaha didunia nyata aja masih sendiri, masa dunia maya juga. 😄

Rasa-rasanya tuh kita udah ngerahin tenaga yang sama kayak orang lain, bahkan mungkin belajar lebih keras dari orang itu. Tapi, lucunya mereka berhasil lebih dulu, hahaha. Makin lucu lagi kalau orang lain itu usahanya biasa aja, tapi cepet juga selesainya.
Iya, kemarin gue bilang, "proses setiap orang itu beda-beda," tapi kalau ditemuin disituasi tadi, jadi kepikiran lagi aja. Kurang gimana sih? Aku udah niat loh, aku udah belajar, aku juga terus latihan, aku terus cari ini-itu-ina-ani. Adaaa aja yang mampir ke otak terus ngerusak konsep-konsepnya.

Sabar aja ya, harus tetep yakin. Kita itu lahir sendiri-sendiri, dikasih nama beda-beda, qodarnya juga beda-beda, kemampuan, kekurangan juga beda-beda. Mungkin untuk hal ini kita nggak bisa secepet mereka, tapi coba lihat dari sisi lainnya, bisa aja mereka ada di belakang kita.

Tapi, kalau tahu seperti itu jangan sombong. Sombong nggak akan bikin kemampuan kita jadi meningkat, yang ada malah terikat alias udah diem aja disitu. Yang ada dipikiran, "Lah kan gue udah bisa. Kan gue udah hebat." Nggak ada pikiran yang pengen nyoba hal lainnya atau nambah ilmu lagi.

Kalau suatu saat kita ketemu sama waktu berhasilnya mereka, ikut seneng. Kalaupun masih minder, ya manusiawi. Tapi segera sadar deh, jangan nyalahin diri sendiri juga, jangan terlalu memaksa diri sendiri untuk serba bisa. Kan cuma Allah yang Maha Segalanya.

Bersyukur ajalah kita, bersyukur kalau hidup kita masih bermanfaat buat orang lain dan nggak pernah nyusahin orang lain.
Semangat buat kita, jangan capek berusaha, jangan sedih karena terlambat, jangan terlena kalau datang lebih awal. Kalau mau istirahat dulu nggak papa, tapi jangan lama-lama, karena kita masih dibutuhin orang lain. Kalau sampai kangen kan repot 🤭

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...