Memang ya, masa lalu itu sedikit kejam. Bikin capek. Apa karena saya perempuan? Apa karena saya tipe orang yang sayang banget sama kenangan, sampai-sampai sudah menahunpun tetap saya rawat baik-baik, lupa kalau manusianya sudah bahagia dengan rancang rencana masa depannya.
Haha, selalu seperti ini. Saya merasakan senang sendirian kemudian sedih sendirian. Merasa dikecewakan padahal tidak ada maksud mengecewakan. Apa selemah itu, saya? Atau memang perempuan seperti itu?
Bahkan hanya sebuah history chat, saya seakan-akan bisa mendengar suara kamu, melihat ekspresi wajah kamu saat mengatakan kalimat-kalimat itu. Sungguh, sedalam itu saya menyimpannya. Hingga saya mampu bermimpi berulang kali tentang kamu. Mampu merindu hingga menangis. Berdiam diri seharian dan kosong. Hah, bodoh sekali ketika melihat perbandingannya dengan kamu yang ternyata sibuk, tertawa, baik-baik saja.
Ya, memang benar. Saya yang terlalu dalam, saya yang terlalu serius untuk kamu yang senang bercanda. Saya akan tanggung risikonya sendiri. Saya akan berusaha menanggung beratnya hari-hari seperti ini. Dan perlahan saya akan berusaha membiasakan diri tanpa anda.
Komentar
Posting Komentar