Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2021

OTEM : DALAM DIAM

Udah lama ya kita nggak bahas ini, Cha. Kayaknya kamu lama-lama juga terbiasa sama perasaan itu. Jadi, apa kabar sekarang? Masih sama? Haha, susah ya? Capek? Huh, dari dulu perasaan emang suka bikin capek. Sabar ya. Rasanya pasti kayak serba salah. Nggak tanya kabar ada sedikit khawatir. Kalau tanya, takut aja nanti jadi lebih. Nyoba diemin, tapi malah jadi canggung sendiri. Heboh lagi, kamunya yang kepikiran Pada akhirnya kamu serba sendirian. Karena pada dasarnya, kamu memang sedang jatuh cinta sendirian. Dia, mungkin hanya sekedar penasaran. Nggak happy ya? 2 hari yang lalu juga gitu kan? Tiba-tiba aja semua kayak nggak ngenakin di perasaan. Dia juga tahu kalau kamu beda. Mungkin, sesekali kamu luapin aja, Cha. Kamu punya temen yang tahu soal ini. Kamu juga bisa nulis di sembarang tempat kayak biasanya. Kalau masih belum puas, kamu juga bisa nangis. Kenapa nggak, sekalipun tidak pantas tapi kamu terlanjur terlibat dengan perasaan. Tetap diam. Tapi bukan berarti memendam. Tidak ada y...

OTEM : EVAKUASI (HINDIA)

Tarik napas – tahan – hembuskan. Kau juga perlu waktu untuk merenggangkan paru-parumu. Perlu membasahi rongga hidung dengan udara yang lebih segar. Perlu mengeluarkan sampah yang tidak pantas mengendap di dalam tubuhmu. Pergi. Menghilanglah. Jika itu memang cara yang tepat untuk selamat. Berteriaklah jika itu memang akan melegakan. Kau perlu waras untuk hidup di dunia yang mulai bercanda. Kau perlu bernapas dengan baik untuk tetap hidup di dunia yang mulai pengap. Aku bilang pergi dan menghilanglah untuk bertahan. Huh, bahkan orang kaya juga kelelahan karena urusannya. Sama seperti peribahasa, “Semakin tinggi pohon, semakin lebat buahnya dan semakin kencang angin menerpanya” manusia akan mendapatkan masalah sesuai dengan tingkatannya. Jangan berpikir jika semakin berkuasa maka akan bebas dari masalah. Hanya satu jalan apabila ingin bebas dari masalah, mati saja. Haha...itupun hanya sebatas masalah dunia, perlu diingat setelah mati masih ada kehidupan selanjutnya, dan masalah di sana ak...

OTEM : RENUNGAN

Nggak ada yang tahu tentang hidup ini meskipun itu satu detik, satu menit, satu jam, hingga hitungan tahun. Nggak ada orang yang benar-benar dalam keadaan baik walaupun dia terlihat bahagia. Nggak ada orang yang benar-benar murung sekalipun setiap hari dia diam. Kita tidak tahu apa yang ada dalam pikiran juga perasaan orang lain. Sekalipun kita bisa melihat perasaannya dari tatapan matanya, tapi kita tidak benar-benar tahu bagaimana rasanya. Sama halnya juga dengan masalah, cobaan dalam kehidupan seseorang, batu kerikil hingga bebatuan besar dalam perjalanan hidup orang lain. Tidak ada yang hidupnya lurus-lurus saja, baik-baik saja. Besar-kecil, berat-ringan, semuanya disebut masalah. Tidak ada masalah yang mudah, semuanya berat bagi mereka yang mengalami. Dan sebagai orang yang melihat, tidak sepantasnya membandingkan bahkan menilai tentang masalah itu. Sama halnya milik. Kita tidak pernah tahu tentang harganya suatu hal bagi seseorang, sekalipun itu tentang pensil. Kita tidak pernah ...

SEPERTI KISAH

 “Baaa.....” seru Dito sambil menempelkan Es Cappucino Cincau di pipiku. “Serius amat sih,” ucapnya kemudian. “Deadline, To. Lama banget sih, nyarinya dimana emang?” tanyaku kemudian meminum es tersebut. “Di tempat biasa, tapi tadi rame banget jadi harus antri.” Kami sama-sama diam. Aku kembali sibuk menatap layar laptop. Beberapa menit selanjutnya pun masih diam. Aku melirik ke arah Dito. Sejak awal kami bertemu, dia sedikit terlihat aneh. “Kenapa sih, To?” tanyaku masih tetap melihat laptop. “Nggak papa.” Jawabnya singkat sambil membenahi cara duduknya. “Kenapa-kenapa nih pasti. Kenapa? Lo deket sama cewek?” tanyaku. “Yaa kalau lo masih cewek ya iya berarti. Ini kita semeja.” Jawabnya dengan bercanda. “Dasar, ngeles mulu.” Dia hanya ketawa kecil dan kami kembali diam. “Kita bakal kayak gini terus nggak sih, Cha?” tanya Dito tiba-tiba. Aku berhenti dan menatapnya.  “Kayak gini gimana?” tanyaku. “Deket, saling perhatian, keluar bareng, saling bantu, saling butuh.” “Yaa...lo ma...

PERNAH ADA

 Benar kata orang, seseorang yang terlanjur jatuh cinta itu ribet. Apalagi buat gue, orang yang diperhatiin dikit langsung nyaman. Yahh, diingetin makan tiap harinya, dibangunin tiap pagi plus diucapin selamat pagi, dikasih semangat pas kerja, dikirimin pap makan, pap pulang kerja. Haha pikiran gue udah melayang dan mikir dia pasti suka sama gue. Dan sepertinya gue mengalami hal itu, lagi. Sebut saja Dito. Dia adalah teman satu sekolah saat SMA. Awalnya kami hanya kenal karena mengikuti ekstrakurikuler yang sama, tapi gue memutuskan untuk keluar dan tidak begitu akrab dengannya. Sampai akhirnya kami lulus dan menjalani hidup masing-masing. Barulah, pergantian tahun 2020 kami tidak sengaja bertemu di taman kota, salah satu titik teramai saat acara pergantian tahun. Kami berdua sama-sama terkejut sekaligus senang, yaa dia bilang sendiri ke gue dan gue sendiri ngerasain itu. Sejak saat itu kami sering berkirim pesan. Awalnya sekali dua kali, lama kelamaan becanda, terus rutin. Gue pik...

PULANG

Setelah sekian purnama, akhirnya gue pulang. Rasanya udah lama banget gue nggak aktif nulis lagi. Di blog. Kalau di buku tulis masih, tiap hari. Sebenernya nggak gitu juga sih, gue nulis di blog tapi rasa-rasanya semua nggak lulus sensor. Lama juga gue nggak ngeluh di sini, terakhir postingan aja Desember 2020, pas gue lagi bucin sama seseorang. Waktu gue baca lagi postingannya, ternyata gue masih alay kalau lagi jatuh cinta. Sekarang udah Februari 2021, cukup banyak juga kalau gue menceritakan semua kejadian selama rentang waktu itu. Dari gue yang kembali merasakan apa yang tahun sebelumnya gue rasakan, tapi gue juga menemukan sesuatu yang baru, yang menyenangkan tentunya. Gue yang lagi-lagi tidak percaya diri dan terus mencemaskan banyak hal. Gue yang nggak henti-hentinya mengatakan takut akan kemungkinan-kemungkinan yang sebenarnya hanya ada di kepala gue. Sampai titik dimana gue kembali mencoba mengenali diri gue sendiri dan mencoba jujur dengan apa yang gue rasakan. Beruntung, sit...