Langsung ke konten utama

OTEM : DALAM DIAM

Udah lama ya kita nggak bahas ini, Cha. Kayaknya kamu lama-lama juga terbiasa sama perasaan itu.
Jadi, apa kabar sekarang? Masih sama?
Haha, susah ya? Capek? Huh, dari dulu perasaan emang suka bikin capek. Sabar ya.
Rasanya pasti kayak serba salah. Nggak tanya kabar ada sedikit khawatir. Kalau tanya, takut aja nanti jadi lebih.
Nyoba diemin, tapi malah jadi canggung sendiri. Heboh lagi, kamunya yang kepikiran
Pada akhirnya kamu serba sendirian. Karena pada dasarnya, kamu memang sedang jatuh cinta sendirian. Dia, mungkin hanya sekedar penasaran.
Nggak happy ya? 2 hari yang lalu juga gitu kan? Tiba-tiba aja semua kayak nggak ngenakin di perasaan.
Dia juga tahu kalau kamu beda.
Mungkin, sesekali kamu luapin aja, Cha. Kamu punya temen yang tahu soal ini. Kamu juga bisa nulis di sembarang tempat kayak biasanya.
Kalau masih belum puas, kamu juga bisa nangis. Kenapa nggak, sekalipun tidak pantas tapi kamu terlanjur terlibat dengan perasaan.
Tetap diam. Tapi bukan berarti memendam. Tidak ada yang tahu tentang rasa, jadi juga jangan salahkan. Batasilah, olahlah dengan baik, agar itu menjadi rasa yang tidak salah.
Ambil waktu sendiri. Buat pikiran dan perasaanmu ke titik tenang dan renungkanlah. Kamu pasti bisa terbiasa lagi.
Bahagialah, buatlah apa yang ada menjadi bahagia.
Menangislah sesekali agar penglihatanmu kembali bersih.
Setelah sering mendengarkan, berbicaralah, agar mulutmu tidak hanya tersenyum.
Kau akan baik-baik saja. Pasti baik-baik saja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...