Langsung ke konten utama

PULANG

Setelah sekian purnama, akhirnya gue pulang. Rasanya udah lama banget gue nggak aktif nulis lagi. Di blog. Kalau di buku tulis masih, tiap hari. Sebenernya nggak gitu juga sih, gue nulis di blog tapi rasa-rasanya semua nggak lulus sensor. Lama juga gue nggak ngeluh di sini, terakhir postingan aja Desember 2020, pas gue lagi bucin sama seseorang. Waktu gue baca lagi postingannya, ternyata gue masih alay kalau lagi jatuh cinta.

Sekarang udah Februari 2021, cukup banyak juga kalau gue menceritakan semua kejadian selama rentang waktu itu. Dari gue yang kembali merasakan apa yang tahun sebelumnya gue rasakan, tapi gue juga menemukan sesuatu yang baru, yang menyenangkan tentunya. Gue yang lagi-lagi tidak percaya diri dan terus mencemaskan banyak hal. Gue yang nggak henti-hentinya mengatakan takut akan kemungkinan-kemungkinan yang sebenarnya hanya ada di kepala gue. Sampai titik dimana gue kembali mencoba mengenali diri gue sendiri dan mencoba jujur dengan apa yang gue rasakan.

Beruntung, situasi saat ini belum membuat orang di sekitar gue bosan, kemudian menjauh, meninggalkan gue seperti apa yang gue khawatirkan setiap harinya. Beruntung, gue masih memiliki orang yang peduli dengan gue entah apapun itu alasannya. Beruntung, pada akhirnya gue bisa menerima apapun itu rasa yang ada dalam diri gue, tanpa menyalahkan diri gue sendiri.

Mulai dari kecewa atas apa yang gue putuskan, akhirnya gue bisa menerima itu dan baik-baik saja. Karena, memang apa yang gue putuskan benar atas keadaan gue yang sebenarnya. Kemudian merelakan kembali perasaan yang tidak pada tempatnya, yang benar-benar sulit dan membingungkan, akhirnya gue bisa membiasakan dan merelakan secara perlahan. Kemudian bertemu orang lama dengan perasaan baru, yang awalnya gue merasa kecewa dan marah kepada dia, tanpa sadar gue melupakan hal itu dan berteman baik dengannya.

Tidak terduga. Gue pun juga tidak menduga akan sampai di titik ini. Bertengkar dengan pikiran dan perasaan sendiri, kemudian menangis bersama, kemudian saling menenangkan dan menguatkan. Gue tidak pernah menyangka akan dekat dengan pikiran dan perasaan gue seperti ini, walaupun tetap saja gue tidak benar-benar paham seluruhnya. Tapi setidaknya sudah banyak hal yang gue tahu dan perlu gue pahami untuk diri gue sendiri. Untuk menyembuhkan sesuatu yang gue anggap luka, untuk menghilangkan kekhawatiran berlebihan dan pikiran yang tidak pernah bisa gue kendalikan.

Terima kasih, walaupun sudah berkali-kali menghilang, tapi Blogger nggak hapus akun gue. Nggak lucu aja, pas gue lagi semangat-semangatnya bikin isi, malah akunnya nggak ada. Terima kasih, kepada banyak orang yang mengenalkan banyak rasa dan hal baru. Terima kasih juga atas pelajaran menerima dan merelakan sesuatu yang memang bukan untuk gue. Semoga, gue benar-benar bisa menyembuhkan diri gue sendiri atas luka yang mungkin gue buat sendiri. Gue pulang. Semoga setelah ini gue bisa lebih aktif lagi, nulis yang manfaat, bukan soal bucin-bucinan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...