Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2021

CHAT : WFH

Setelah hampir 1 tahun corona ada di Indonesia, gue baru ngerasain betapa menyedihkannya WFH. Sebenernya tahun kemarin sistem kerja ini udah diterapin di tempat kerja gue. Tapi seinget gue nggak begini banget rasanya. Selama bulan puasa ini gue hanya masuk 3 hari, gaji gue otomatis kepotong setengah sendiri, padahal saat ini gue berasa butuh banget uang. Bayangin aja, gue baru gajian hari Jumat kemarin, dan sekarang baru awal pekan tapi uang gue cuma 25 ribu. Makanya jangan boros. inget prioritas kebutuhan bukan keinginan Heh, telor mata sapi, duit gue keluar juga cuma buat bayar air, bayar arisan, bayar tagihan lainnya. Sama sekali gue beli apa-apa yang sekedar gue inginkan. Iya sih kemarin emang gue nekat beli baju baru, tapi gue juga butuh itu, karena gue udah janji sama diri gue sendiri untuk kasih reward. Iya, hidup gue mulai teratur akhir-akhir ini, semoga aja sampai seterusnya. Belum lagi ponakan gue ada yang baru setahun, yang mana dulu kakaknya pas setahun gue kasih kado, pona...

OPINI : WARNA

Tiba-tiba aja gue pengen bahas soal ini, hanya karena kepikiran kenapa ya gue bisa suka banget sama ini warna? dan denger-denger juga bahwa pilihan warna yang kita suka itu bisa menunjukkan perilaku manusianya. Sebelumnya, kita kenalan dulu sama warna. Dari laman wikipedia.com, w arna adalah spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya sempurna (berwarna putih). Identitas suatu warna ditentukan panjang gelombang cahaya tersebut. Contohnya warna biru yang memiliki panjang gelombang 460 nanometer. Dikutip dari epsikologi.com, psikologi warna merupakan cabang dari ilmu psikologi yang mempelajari tentang warna sebagai faktor yang mempengaruhi perilaku manusia. Ilmu ini mempelajari tentang pengaruh warna terhadap emosi dan juga perilaku manusia. Hal ini disebabkan karena setiap warna memiliki efek emosi, perubahan suasana hati bahkan dapat mempengaruhi produktivitas seseorang.  Nggak Cuma itu aja, warna juga menjadi bentuk komunikasi non verbal yang mana bisa mengungkapkan pesa...

CHAT : BREAK IT

Nggak tahu gue harus cerita mulai dari mana. Yang gue percaya sampai detik ini adalah apapun yang terjadi tentu ada alasannya. Kami selesai. Behh...padahal mulai aja belum. Ulang-ulang. Yang serius Kita mau bahas Break It apa gue sih?! Mari kita satukan semuanya. Huh, harus ya drama-drama gini. Hahaha. Sebenernya dalam proses nulis ini nggak gampang. Berulang kali gue hapus gue ketik lagi, begitu terus sampai jam menunjukkan pukul 06.00, padahal gue udah diem di depan laptop setengah jam yang lalu. Tapi gue harus ngeluarin semua ini dari kotaknya, kalau emang gue masih pengen waras. Gue nggak nyangka aja akan sejauh dan serumit dan sesulit ini. Gue juga tidak memprediksi bahwa hal ini akan terjadi. Keputusan pertama yang gue ambil saat itu adalah gue kembali menghubungi seseorang. Kemudian kami terlibat dalam sebuah obrolan yang lama-lama membuat gue memutuskan untuk jujur atas perasaan gue. Itu adalah keputusan kedua yang sepertinya menjadi titik awal kerumitan ini. Ketika gue ulas ke...