Langsung ke konten utama

CHAT : WFH

Setelah hampir 1 tahun corona ada di Indonesia, gue baru ngerasain betapa menyedihkannya WFH. Sebenernya tahun kemarin sistem kerja ini udah diterapin di tempat kerja gue. Tapi seinget gue nggak begini banget rasanya. Selama bulan puasa ini gue hanya masuk 3 hari, gaji gue otomatis kepotong setengah sendiri, padahal saat ini gue berasa butuh banget uang. Bayangin aja, gue baru gajian hari Jumat kemarin, dan sekarang baru awal pekan tapi uang gue cuma 25 ribu.

Makanya jangan boros. inget prioritas kebutuhan bukan keinginan

Heh, telor mata sapi, duit gue keluar juga cuma buat bayar air, bayar arisan, bayar tagihan lainnya. Sama sekali gue beli apa-apa yang sekedar gue inginkan. Iya sih kemarin emang gue nekat beli baju baru, tapi gue juga butuh itu, karena gue udah janji sama diri gue sendiri untuk kasih reward. Iya, hidup gue mulai teratur akhir-akhir ini, semoga aja sampai seterusnya. Belum lagi ponakan gue ada yang baru setahun, yang mana dulu kakaknya pas setahun gue kasih kado, ponakan yang lain juga gue gituin. Ini nih, hampir lebaran gue juga harus nyiapin angpau buat 6 ponakan gue. Gue sendiri juga butuh kipas angin buat di kamar, karena tiap kali gue kerja di rumah rasanya panas banget, nggak nyaman. Gue juga butuh jam tangan, itu sebagai reward gue. Huh, ini nih sebelnya karena pemasukan kurang.

Dari sisi kerjaan sendiri, sebelumnya gue berterima kasih dan gue sangat senang karena cukup banyak orang yang percaya dengan kerjaan gue. Tapi kalau semuanya harus gue, dengan jadwal kerja yang pendek ini, gue bisa mati. Bayangin aja, setiap kali gue masuk kerjaan berasa langsung numpuk dan harus lo selesain hari itu juga, belum lagi kalau ada orang butuh tapi nggak tahu gue lagi WFH dan minta hari itu juga, gue harus lemparin pekerjaan ke temen gue yang lain, yang di sana juga pastinya udah ada kerjaan lain. Nggak di kantor nggak di rumah gue tetep aja stress gara-gara kerjaan. Sampai akhirnya gue menjadi sukarelawan, ngerjain beberapa kerjaan yang genting di rumah. Sebenernya bisa aja sih gue bilang atasan gue, tapi gue nggak enak, kayaknya alasan dia buat bikin aturan kerja ini karena akhir-akhir ini pemasukan juga nggak sebanyak biasanya. Gue nggak masalah sih soal itu, karena sebelumnya gue juga pernah kayak gini.

Cuma ya tetep aja gue grundel kalau kerjaan yang ke gue semua maksa selesai saat itu juga. Gue ini masih manusia normal, gue juga punya batasan, gue bukan robot yang bisa di switch on/off kapan aja. Alhamdulillah, gue masih bernapas bertahan sampai titik ini, orang-orang masih ada yang ngehibur gue, masih ada juga yang ngajakin bercanda dan untungnya mood gue baik-baik aja. Semoga aja, di minggu genting ini, gue juga baik-baik saja. Semua akan baik-baik saja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...