Hemm, capek ya, Cha? 2 minggu sebelumnya harus ngelewatin minggu-minggu genting, yang harapannya bisa jadi ujian untuk kontrol emosi, haha. Tahunya, 1 minggu terakhir gagal, lumayan juga tuh ledakannya, bahkan masih kerasa sedikit sampai sekarang.
Kayaknya tahun ini memang serba pertama deh, Cha. Tahun yang menjadi awal menuju level yang beda dari sebelumnya. Untuk pertama kalinya dampak korona malah lagi lo rasain, padahal ini udah new normal. Masalahnya antara pemasukan dengan pengeluaran yang nggak imbang atau lo yang nggak bisa ngatur keuangannya. Tapi nggak papa, yang penting kebutuhan utama lo terpenuhi semua.
Tahun ini juga menjadi pertama kalinya lo melangkah, yang menurut gue terlalu jauh. Seperti yang gue katakana sebelumnya. Yang sekarang lo juga baru sadar ternyata dampaknya sejauh ini dan sedalam ini. Tapi, mau gimana lagi, semuanya udah lewat terlalu jauh. Yang terjadi sekarang juga berkaitan dengan yang lo ucapkan sejak awal. Mungkin saat itu lo terlalu takut, atau bahkan ragu dengan perasaan lo sendiri, sampai akhirnya lo nyuruh orang lain untuk menjaga jarak, sedangkan lo sendiri nggak bisa. Setelah benar-benar ada jarak, lo sendiri yang bingung, lo sendiri yang sedih. Sekali lagi, nggak papa. Sekarang waktunya buat lo menunjukkan ucapan lo sendiri, untuk secukupnya dan pasrah, karena sampai sekarang lo tidak bisa menjanjikan apa-apa ke dia. Sudah waktunya sama-sama meringankan rasa sakit yang kemungkinan akan muncul.
Walaupun begitu, tahun ini menjadi lebaran yang menyenangkan. Dimana keempat keluarga abang-abang lo ngumpul di rumah. Walaupun diwaktu yang sama lo juga harus kehilangan satu anggota keluarga. Lebaran tahun ini juga banyak hal yang tak terduga, dimana para abang mulai julid ngomongin soal pasangan. Gitu juga lo ladenin lagi, hahaha, sebenernya lo sendiri tahu yang mancing, sampai akhirnya abang ketiga lo nyuruh curhat kan?! Hahaha. Nggak sampai disitu, nenek lo jalur ibu juga udah iseng nanyain punya pacar belum, dan entah apa yang lo pikirin waktu itu sampai akhirnya lo bilang udah. Entah lo mikirin dia atau lo mikir biar pertanyaan macam ini selesai disitu aja. Padahal setelah itu lo ditanya, jauh apa deket? Terus mau kapan? Emang ya, Cha. Lo hobi bikin ribet diri sendiri, hahaha. Tapi entah kenapa gue lihatnya ini juga menjadi pertama kalinya lo seperti yakin, tapi ya sudah, sekali lagi tidak menjadi masalah, ketika lo bisa menerima dan tetap menjaga emosi yang ada dalam diri lo sekarang.
Itu semua proses dalam hidup lo. Senang, sedih, menyebalkan, semuanya harus lo terima dan lo hargai keberadaannya. Karena dari situlah lo belajar dan menjadi orang yang baru. Sekarang, mari kita atur kembali. Pikiran, hati, tingkah laku lo. Pelan-pelan. Jangan terlalu dengerin omongan orang, jangan terlalu dengerin pikiran sendiri juga. Bikin semuanya imbang dan pelan-pelan. Jangan sampai kita ngelakuin kesalahan yang sama, jangan sampai apa yang kita lakuin nyakitin orang lain. Semua akan baik-baik saja.
Komentar
Posting Komentar