Jadi gimana? 1 bulan yang jadi percobaan soal emosimu sendiri. 1 bulan yang melegakan di lain sisi. 1 bulan yang berbeda karena harus kehilangan seseorang dalam keluarga. 1 bulan yang sempat membuat ricuh perasaan. Semuanya menyenangkan.
Walaupun secara emosi masih belum bisa tertata sempurna, setidaknya kamu tahu bahwa cara ini nggak berhasil. Makanya sekarang coba nyari solusi yang lebih gampang lagi.
Kekhawatiran tentang perasaan yang salah, penyesalan karena memiliki perasaan itu akhirnya berakhir dengan baik-baik saja. Karena kita sama-sama tahu jalan mana yang harus diambil untuk pulang.
Walaupun menyedihkan, kematian memang harus ada, bukan. Mungkin jalan terbaik kali ini harus ditinggalkan dengan atas nama kematian. Dan itu tidak apa-apa, karena kematian hanya tentang giliran.
Dan tentang apa yang kita rasakan, perasaan yang kita miliki. Aku sendiri juga tidak pernah tahu pasti bagaimana. Sesekali kehilangan, sesekali merindukan, sesekali merasa bosan. Mungkin itu juga yang membuat semua terlihat ambigu. Takut kehilangan tapi enggan memegang. Dan titiknya masih sama, gelap, tak jelas. Aku juga tahu menunggu akan menjadi membosankan, maka dari itu aku sendiri bertekad untuk benar-benar melepaskan.
Setidaknya dikesempatan kali ini, di bulan Juni, kita masih bisa kembali belajar dan menata ulang dekorasinya. Bersyukurlah masih bisa bernapas dan memiliki kesempatan ini. Terima kasih atas kerja kerasnya bulan kemarin, sekalipun ada sedikit tangis dan kekecewaan, tapi tetap ada senyum dan tawa di setiap harinya. Terima kasih karena tidak lagi sering menyalahkan diri sendiri. Selamat istirahat.
Komentar
Posting Komentar