Langsung ke konten utama

CHAT : 23 TAHUN

Yeeee 🎊🎉🎈, selamat hari kelahiran yang ke 23 tahun untuk diri gue sendiri, untuk Chaca dan karakter-karakter lain dalam diri gue. Kita berhasil melewati 23 tahun di dunia ini dengan tetap baik-baik saja. Terima kasih diri, mari berjuang lagi untuk tahun-tahun selanjutnya 😄😄😄

Terima kasih juga untuk semua yang sudah mengucapkan sekaligus mendoakan, semoga semua doanya juga berbalik kepada kalian dan semoga di awal 23 tahun ini, hari-hari yang akan menuju ke 2022 kondisi Indonesia semakin membaik, jangan sampai Corona 3 tahun di Indonesia, takutnya malah nyaman nanti.

Mohon maaf apabila sejauh ini banyak sikap, sifat, tingkah laku yang tidak sopan, ucapan yang tidak mengenakan hati baik secara langsung maupun dalam tulisan-tulisan yang sejauh ini gue buat, gue post di media sosial atau di mana ketemunya.

Sejauh ini, gue cukup bangga dengan diri gue sendiri (PD). Karena bagaimanapun semua usaha, semua doa, semua yang gue alami menjadi pelajaran yang sangat berarti hingga membentuk diri gue yang mungkin masih tidak jauh berbeda, tapi seenggaknya naik level dikit lah. Gue juga merasa, hutang-hutang gue kepada Chaca udah lunas, gue juga mulai belajar untuk menerima kekurangan gue, alasan-alasan atas kemarahan gue selama ini sampai akhirnya gue membuat karakter Chaca. Semuanya sangat menyenangkan, karena ikhlas tadi.

Terus apa nih planning selanjutnya?😃

Untuk selanjutnya, gue nggak tahu hhahaha. Entah kenapa kalau soal masa depan masih ngawang-ngawang banget, dah. Yang jelas masih dengan prinsip sebelumnya, mengalir begitu saja. Soal projek menulis pun juga begitu. Sebenernya sempat ngerjain satu projekan tapi berhenti di tengah jalan, karena buntu dan malas yang lagi kompakan. Gue masih sibuk kerja di toko juga, jadi merasa nggak ada waktu untuk nulis banyak. Tapi yang jelas gue nggak akan lupa untuk menulis, sebisa mungkin gue juga akan meluangkan waktu untuk mencari inspirasi agar isi blog ini nggak cuma curhatan.

Sekali lagi, gue mengucapkan terima kasih kepada semuanya, yang secara tidak langsung men-support gue, membantu gue berjalan sampai di langkah yang jauh ini, menemani gue, mendoakan, menghibur, dan segalanya. Mari kita sama-sama melanjutkan kehidupan yang lagi bercanda ini dengan baik. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...