Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2022

WAKTU INDONESIA BERCERITA : KEHILANGAN

Cepat atau lambat manusia pasti mengalami kehilangan sih, sekalipun itu hanya hal kecil, dan itu nggak papa. Nggak papa kita menangis, kecewa, sampai kita bisa menerima kehilangan itu. Dan sama halnya dengan masalah, kehilangan juga nggak bisa dibanding-bandingkan, “halah baru juga pisah pas pacaran. Halah Cuma pensil. Halah Cuma ini” karena kita nggak tahu ada arti apa dibalik benda atau bahkan seseorang itu. Sejauh ini kehilangan terberat gue masih tentang kehilangan sosok Ayah dalam hidup gue. Dulu gue sempet iri sama abang-abang gue yang selalu punya cerita sama Ayah. Sedangkan gue sama sekali nggak ingat banyak hal momen-momen bareng beliau. Tapi satu hal yang gue yakini bahwa Ayah paling sayang sama gue. Karena gue belum pernah pacaran jadi kehilangan atas seorang pasangan itu belum pernah. Tapi kehilangan pas belum milikin sering sih, hampir setiap kali gue suka sama seseorang pasti gue kehilangan orang itu. Dan rasanya selalu sama, pasti sedih beberapa hari kemudian bertingkah ...

WAKTU INDONESIA BERCERITA : POSITIF

Dulu kata positif tuh bener-bener kata yang ditunggu-tunggu karena yang terjadipun sesuatu hal yang menyenangkan. Tapi beda sama sekarang, bilang positif gitu ekspresinya bilang, Hah, covid ya?! Padahal belum tentu juga, bisa aja positif hamil, positif pikirannya, dan lain hal yang masih banyak. Selama pandemi ini banyak hal yang terjadi dan banyak perubahan juga yang terjadi. Pola kerja, pola hidup, yang biasanya bisa olahraga di luar sekarang dibatasi di rumah aja, hampir semua aktivitas harus di rumah agar mengurangi penularan virus covid-19. Banyak orang yang kesulitan melepas stress, capek kerja, karena yang biasanya bisa hangout, nongkrong juga nggak bisa. Itu juga sih yang gue rasakan. Udah dasarnya orang overthinking, nggak bisa ngelepas penat, jadi ngendap semua. Sampai akhirnya yang naik asam lambungnya. Kelarlah sudah. Tapi beberapa temen gue terus semangatin gue untuk Ayo bangkit lagi, lo bisa, lo dibutuhin orang lain, lo berguna itu yang jadi semangat gue untuk kembali me...

FOR REVENGE JEDA

Lama banget gue nggak review lagu atau buku. Maklumlah mood baca gue agak menurun akhir-akhir ini, selain itu gue juga belum nemu buku yang rasanya pengen gue baca. Sama halnya dengan nonton drama Korea, bener-bener gue lagi males buat nonton drama kecuali dari episode awal emang udah menarik menurut gue. Itu pun gue kadang masih males juga buat nonton kelanjutannya. Dan kali ini, gue mau review lagu dari For Revenge (fR) yang berjudul Jeda. Dari informasi yang gue temukan tentang For Revenge, band beraliran Emo/Modern Rock dari kota Bandung ini terbentuk sejak 2006 oleh Abie Nugraha, Hagie Juliandri, Boniex Noer, Arief Ismail, dan Arie Pribadi. Band ini sempat mengalami beberapa kali ganti personil dan di tahun ini mereka kembali dengan formasi Boniex (vocal), Chimot (drum), Chikal (gitar), Izha (bass) dan Pras (gitar). Adapun karya album pertama For Revenge rilis pada 2011 yaitu Fireworks, disusul album kedua dengan Second Chance, dan album ketiga bernama Auristella. ( superlive....

WAKTU INDONESIA BERCERITA : JODOH

J ika aku memang tercipta untukmu, jodoh pasti bertemu ….banyak lagu yang terdengar ohh sangat mudah sekali menemukan jodoh tapi kenyataannya behh…emang kedah sabar euyy. Gue belum ada target sih, tapi kalau ditanya ya paling nggak usia 25 lah, katanya itu usia yang matang buat menikah. Kalau disuruh pilih model taaruf atau temen tapi komitmen, untuk saat ini gue pilih temen tapi komitmen. Jadi kita udah sama-sama tahu sama-sama ada tujuan ke sana, saling ngenal tanpa harus pacaran, walaupun tetep aja bakalan disalahin sama para tetua di keluarga gue. Mungkin karena zaman sekarang juga sih, jadi pola pikir gue lebih baik perindividunya kenal sendiri dulu sebelum akhirnya menikah, karena yang akan menjalani kehidupan itu dua orang ini bukan keluarga masing-masing atau orang lain. Tapi dengan taaruf pun semua juga akan baik-baik aja, pada dasarnya yang memilih untuk taaruf itu pasti orang yang baik dan tahu konsepnya, jadi ya kalau bisa ma…ikutan taaruf aja, pasti berkah juga karena berd...

OTEM : SENGAJA

Sengaja melakukan kesalahan biar dia tegur, sengaja mengulang-ulang pertanyaan biar bisa ngobrol, sengaja ngebiarin barang ketinggal biar dia ingetin. Sengaja nggak tahu  kalau dia niat ngejailin gue biar dia bisa ketawa karena merasa menang dan berhasil dengan rencananya. Gue senang ketika gue nggak kerja terus dia kirim pesan nanyain, “kenapa?” apakah gue baik-baik aja? Kalau sakit, “udah minum obat atau belum? - Udah makan atau belum?” Gue seneng ketika gue yang tiba-tiba diem terus dia chat, “kenapa?- apa yang salah? - ada masalah apa?” gue juga senang ketika malam hari entah sengaja atau sekedar mengisi waktu luang, dia chat ke gue. Gue selalu senang entah sengaja atau karena sudah menjadi kebiasaan, dia selalu mengirim pesan ke gue walaupun satu kali. Entah sengaja atau salah satu rencana jailnya, dia mengatakan rindu, dia memuji gue cantik. Gue senang dengan semua yang dia lakukan ke gue, sekalipun itu sebuah kritikan, karena pada akhirnya hanya omongannya yang gue dengarkan...