Cepat atau lambat manusia pasti mengalami kehilangan sih, sekalipun itu hanya hal kecil, dan itu nggak papa. Nggak papa kita menangis, kecewa, sampai kita bisa menerima kehilangan itu. Dan sama halnya dengan masalah, kehilangan juga nggak bisa dibanding-bandingkan, “halah baru juga pisah pas pacaran. Halah Cuma pensil. Halah Cuma ini” karena kita nggak tahu ada arti apa dibalik benda atau bahkan seseorang itu.
Sejauh ini kehilangan terberat gue masih tentang kehilangan sosok Ayah dalam hidup gue. Dulu gue sempet iri sama abang-abang gue yang selalu punya cerita sama Ayah. Sedangkan gue sama sekali nggak ingat banyak hal momen-momen bareng beliau. Tapi satu hal yang gue yakini bahwa Ayah paling sayang sama gue.
Karena gue belum pernah pacaran jadi kehilangan atas seorang pasangan itu belum pernah. Tapi kehilangan pas belum milikin sering sih, hampir setiap kali gue suka sama seseorang pasti gue kehilangan orang itu. Dan rasanya selalu sama, pasti sedih beberapa hari kemudian bertingkah konyol dan bodoh di hari berikutnya.
Pada dasarnya gue adalah orang yang hobi merawat kenangan. Jadi untuk menerima-mengikhlaskan kenangan atas seseorang atau benda yang sudah tidak menjadi milik gue itu perlu waktu yang cukup lama. Terakhir kali gue mencoba move on itu perlu sekitar 3 tahun untuk biasa aja. Perasaan rindu atas hal itu semua pun nggak menutup kemungkinan tiba-tiba dateng, apalagi pas nggak ada kerjaan dan Cuma bengong, itu pasti di pikiran gue dulu gue pernah deh ke sini sama dia. Dulu ini dulu itu yang pada akhirnya gue akan senyum-senyum sendiri.
Kehilangan adalah salah satu proses dalam kehidupan kita, dimana setelah kehilangan tentunya akan muncul sesuatu yang baru, tentunya membuat kita menjadi lebih baik. Dan sejauh ini, kehilangan-kehilangan yang gue alami masih bisa menjadi pelajaran dan gue terima dengan baik. Bagaimanapun juga, semua pasti ada hikmahnya.
Komentar
Posting Komentar