Langsung ke konten utama

OTEM : GIMANA HARI INI?!

Orang yang moody, yang sensitif, yang grasah-grusuh, yang kurang teliti, yang fokusnya gampang buyar,  yang emosinya nggak stabil, kalau seneng bisa seneng banget kalau sedih bisa sedih banget, nggak pernah tuh di tengah-tengah. Orang yang selalu nggak enakan, orang yang sebenernya takut ditinggalin tapi kelakuannya bikin orang pergi, orang yang dulu menghalalkan segala cara biar “punyaku” nggak akan hilang.  Itu orang apa siluman sih sebenernya, hahaha. Itu adalah gue, orang, yang gue sendiri juga bingung dengan semuanya. Dulu mungkin banyak pertentangan tentang hal itu, banyak pembelaan diri karena nggak mau disalahkan, tapi seiring berjalannya waktu gue mulai menyadari, memahami diri gue sendiri, kenapa, bagaimana, dan harus gimana.

Dan jadilah, gue seperti detik ini, ketika gue menuliskan part WIB yang kesekian kalinya. Jadi, gimana hari ini?

Sebenernya gue nggak merasa special-spesial amat sih, tapi perubahan-perubahan menjadi lebih baik walaupun sedikit banget itu bikin gue senang, bangga aja gitu. Baru kemarin banget, gue mengalami gejolak emosi yang sebenernya terjadi di setiap bulannya, gue rasa karena pengaruh hormon yang mengiringi datangnya haid, udah dasarnya sensitif ditambah mau datang bulan, ya makin sensilah. Gue mencoba menenangkan dan ngajak ngobrol perasaan gue dengan penjelasan logika. Tapi sesore itu gue tetap nggak bisa langsung baik-baik aja. Gue sempat off dari notifikasi social media, gue Cuma youtube-an, tiktok-an, sambil nyari hiburan aja gitu. Dan keesokan harinya gue mencoba untuk berlaku seperti biasa, untungnya rekan kerja gue mendukung perjuangan biasa gue ini. Dan mood gue baik-baik aja. Biasanya malah bisa 1 minggu 2 minggu gue akan diam, tapi kali ini gue justru sebaliknya, rasanya gue pengen ngerjain banyak hal, lupa aja kalau gue ini manusia yang lemah fisik sama mental tapi sok-sokan maju perang di barisan depan. Risiko mati ya bakalan gue telen sendiri.

Yang jelas, dengan gue bisa menenangkan gue sendiri seperti itu, dengan gue bisa menahan dan mencoba berfikir lebih postif lagi itu sebuah kemajuan yang sangat bagus. Karena untuk mencapai titik itu gue sudah berkali-kali membunuh diri gue sendiri, bahkan sebelumnya juga orang lain yang jadi korbannya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...