Orang yang moody, yang sensitif, yang grasah-grusuh, yang kurang teliti, yang fokusnya gampang buyar, yang emosinya nggak stabil, kalau seneng bisa seneng banget kalau sedih bisa sedih banget, nggak pernah tuh di tengah-tengah. Orang yang selalu nggak enakan, orang yang sebenernya takut ditinggalin tapi kelakuannya bikin orang pergi, orang yang dulu menghalalkan segala cara biar “punyaku” nggak akan hilang. Itu orang apa siluman sih sebenernya, hahaha. Itu adalah gue, orang, yang gue sendiri juga bingung dengan semuanya. Dulu mungkin banyak pertentangan tentang hal itu, banyak pembelaan diri karena nggak mau disalahkan, tapi seiring berjalannya waktu gue mulai menyadari, memahami diri gue sendiri, kenapa, bagaimana, dan harus gimana.
Dan jadilah, gue seperti detik ini, ketika gue menuliskan part WIB yang kesekian kalinya. Jadi, gimana hari ini?
Sebenernya gue nggak merasa special-spesial amat sih, tapi perubahan-perubahan menjadi lebih baik walaupun sedikit banget itu bikin gue senang, bangga aja gitu. Baru kemarin banget, gue mengalami gejolak emosi yang sebenernya terjadi di setiap bulannya, gue rasa karena pengaruh hormon yang mengiringi datangnya haid, udah dasarnya sensitif ditambah mau datang bulan, ya makin sensilah. Gue mencoba menenangkan dan ngajak ngobrol perasaan gue dengan penjelasan logika. Tapi sesore itu gue tetap nggak bisa langsung baik-baik aja. Gue sempat off dari notifikasi social media, gue Cuma youtube-an, tiktok-an, sambil nyari hiburan aja gitu. Dan keesokan harinya gue mencoba untuk berlaku seperti biasa, untungnya rekan kerja gue mendukung perjuangan biasa gue ini. Dan mood gue baik-baik aja. Biasanya malah bisa 1 minggu 2 minggu gue akan diam, tapi kali ini gue justru sebaliknya, rasanya gue pengen ngerjain banyak hal, lupa aja kalau gue ini manusia yang lemah fisik sama mental tapi sok-sokan maju perang di barisan depan. Risiko mati ya bakalan gue telen sendiri.
Yang jelas, dengan gue bisa menenangkan gue sendiri seperti itu, dengan gue bisa menahan dan mencoba berfikir lebih postif lagi itu sebuah kemajuan yang sangat bagus. Karena untuk mencapai titik itu gue sudah berkali-kali membunuh diri gue sendiri, bahkan sebelumnya juga orang lain yang jadi korbannya.
Komentar
Posting Komentar