Dulu ketika gue denger kalimat itu dalam hati, omong kosong sekali sih, karena bahagia itu perlu usaha loh, bahagia itu perlu uang dan uang itu susah nyarinya. Tapi seiring berjalannya waktu, gue mulai paham dengan poin kalimat itu. Sederhana, sesuai dengan artinya yang tidak berlebihan, tidak banyak kesulitannya. Dengan pemikiran gue yang dulu jelas konsep bahagia itu sederhana nggak masuk, karena standar kebahagiaan yang gue buat sendiri. Standar kebahagiaan sendiri juga dipengaruhi sama banyak hal, situasi kondisi misalnya. Dulu ketika masih menjadi anak sekolahan, dimana kita dikasih uang jajan, dikasih kebebasan buat main, tanggung jawab kita sebatas menjaga diri sendiri dan nilai di sekolah, standar bahagianya ya dengan bisa jajan dan kumpul sama temen itu udah bahagia banget. Berbeda dengan orang yang memasuki usia 20-an, selesai sekolah tanggung jawabnya udah tentang diri sendiri, masa depan, pekerjaan, pasangan, dan semacamnya. Standarnya pun jadi udah beda, mulai fokus t...