Dulu ketika gue denger kalimat itu dalam hati, omong kosong sekali sih, karena bahagia itu perlu usaha loh, bahagia itu perlu uang dan uang itu susah nyarinya. Tapi seiring berjalannya waktu, gue mulai paham dengan poin kalimat itu.
Sederhana, sesuai dengan artinya yang tidak berlebihan, tidak banyak kesulitannya. Dengan pemikiran gue yang dulu jelas konsep bahagia itu sederhana nggak masuk, karena standar kebahagiaan yang gue buat sendiri. Standar kebahagiaan sendiri juga dipengaruhi sama banyak hal, situasi kondisi misalnya. Dulu ketika masih menjadi anak sekolahan, dimana kita dikasih uang jajan, dikasih kebebasan buat main, tanggung jawab kita sebatas menjaga diri sendiri dan nilai di sekolah, standar bahagianya ya dengan bisa jajan dan kumpul sama temen itu udah bahagia banget. Berbeda dengan orang yang memasuki usia 20-an, selesai sekolah tanggung jawabnya udah tentang diri sendiri, masa depan, pekerjaan, pasangan, dan semacamnya. Standarnya pun jadi udah beda, mulai fokus tentang pekerjaan, mulai banyak pertimbangan pas mau keluarin duit, mulai pemilih juga kalau nyari pasangan. Ada waktu luang sedikit aja milih digunain buat rebahan daripada pergi sama temen dan itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri untuk kalangan orang dengan gaya hidup sebagai pekerja keras.
Sama halnya dengan standar pas kita nyari pasangan yang semakin lama bukannya semakin naik malah semakin standar banget, yang penting nerima apa adanya, bisa diajak komunikasi dengan baik, bisa saling ngerti dan saling menghibur itu cukup, karena ketika kita udah nemu titik nyamannya semua perkara jadi ngikut iya aja dibelakangnya.
Kembali lagi ke sederhana, definisi sederhana itu sendiri juga akan memiliki wujud yang berbeda-beda setiap orangnya. Bagi orang kaya mungkin dengan main ke mall itu hal paling sederhana yang bisa membuat mereka bahagia, tapi bagi orang belum kaya main ke mall Cuma akan membuang uang dan waktu yang bagi mereka bisa menghasilkan uang. Bagi orang kaya mungkin rebahan menjadi aktifitas bermalas-malasan, tapi bagi orang yang belum kaya rebahan adalah proses pengembalian daya dan mood serta kebahagiaan. Selain situasi kondisi itu, kemampuan dalam bersyukur juga mempengaruhi standar kebahagiaan kita. Karena ketika kita bisa menghargai sedikit saja nikmat yang Tuhan kasih ke kita itu adalah kebahagiaan, karena Tuhan akan membalasnya dengan nikmat-nikmat lain yang tidak pernah kita bayangkan.
Komentar
Posting Komentar