Langsung ke konten utama

WAKTU INDONESIA BERCERITA : BERPROSES

Mungkin emang nggak bisa cepat, tapi percaya aja bahwa hasilnya bakalan tetap. Entah gue pernah bahas soal ini atau belum, tapi melihat situasi gue dan teman-teman, gue tertarik untuk bahas soal berproses.

Gue Tarik dulu ke belakang, waktu dimana emosi gue bener-bener nggak stabil, egoisnya bener-bener nggak ada ampun, sampai gue merasa berantem sendiri sama isi kepala gue. Mood yang suka berantakan dan nggak ketebak. Kalau diinget-inget semua hal itu bikin gue gemes sendiri, tapi dari gue yang sekarang bener-bener pengen ngucapin makasih, karena tanpa melewati masa-masa itu tentu saja tidak akan mewujudkan gue yang sekarang, yang lebih baik tentunya, walaupun masih sedikit. Selain itu, gue juga yakin kalau masa-masa itu bukan Cuma gue aja yang ngalamin, mungkin hampir semua orang mengalami masa-masa labil nggak jelas.

Adanya situasi itu juga membuat gue sadar bahwa ada yang tidak beres dalam diri gue. Gue mencoba merenungkan banyak hal dan berpikir. Poin pertama yang terbesit adalah tentu saja hidup gue tidak akan baik-baik aja kalau caranya masih seperti itu, masih emosian, masih egois, dan semacamnya. Pelan-pelan gue mencoba merubah semuanya, tentu saja diawali dari menata pola pikir. Singkatnya, setelah berbulan-bulan hingga menahun gue baru ngerasain hasil dari proses merubah itu. Mungkin emang nggak langsung banyak, tapi ketika ada sedikit perubahan dari sebelumnya udah gue anggap naik kelas. Sebagai bentuk menghargai usaha jerih payah gue sendiri yang pastinya melewati berantem-berantem dengan diri sendiri.

Sama halnya dengan teman-teman gue. Mereka juga mengalami masa-masa kelam penuh dengan kebingungan dan mereka mencoba untuk tetap bertahan dengan caranya masing-masing. Sampai akhirnya mereka mendapatkan hasilnya, selesai kuliah, mendapat pekerjaan yang sesuai ekspektasi, berkeluarga, dan cita-cita lainnya. Kedengarannya mudah, bahkan gue juga sempat berpikir seperti itu, tapi gue segera sadar karena gue tidak melihat perjuangan itu, tidak melihat bagaimana usaha mereka, makanya gue mengatakan kelihatannya mudah. Padahal tidak ada proses yang berjalan mulus begitu saja, sesekali pasti terasa sakit, melelahkan, jenuh bahkan sampai putus asa. Ditambah lagi level ketahanan setiap orangnya berbeda-beda. Jadi, jangan membandingkan proses tiap orangnya, karena hidup ini masing-masing. Selain itu, jangan mudah berputus asa, karena kita nggak sendirian, semua orang setiap waktunya juga sedang berproses.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...