Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2022

SEPENGGAL CERITA #4

Aku berjalan dengan mantap seperti biasa. Dalam pikiranku sudah penuh dengan rencana yang akan aku lakukan di tempat kerja nanti. Senyumku dibalik masker hitam terkembang cukup lebar, hingga membuat mataku sedikit menyipit seolah-olah juga ikut tersenyum. Tidak lama kemudian aku mendapat pesan, dari Roni rekan kerjaku. Aku semakin senang karena aku tahu, sejak kehadirannya ada sesuatu yang berubah dalam hidupku. Walaupun aku tahu, itu sebuah kesalahan yang berbahaya. Roni ini bukam sekedar rekan kerja seperti yang lain, yang hanya datang kemudian bekerja hingga jam pulang. Dia cukup memperhatikan keadaan sekitarnya, ketika dia tidak nyaman dia mencoba mencari sumbernya kemudian memperbaikinya, contohnya keberadaanku. Aku bukan tipe orang yang bisa terbuka dalam hal pergaulan dengan orang baru. Aku hanya akan diam kalau tidak diajak bicara. Ketika mengajak bicara, hanya menggunakan kata seperlunya tanpa ada basa-basi ditambah dengan nada datar yang membuat kesan menyebalkan. Roni yang t...

SEPENGGAL CERITA #3

 Kereta api mulai berjalan perlahan. Aku menatap ke luar jendela, kursi tunggu yang perlahan terlewatkan, rumah-rumah penduduk yang berkelebatan, dan kenangan. Ini adalah salah satu skenario pikiranku. Pergi, sejauh-jauhnya. Hanya pergi. Cukup. Aku pikir itu akan mempermudah diriku untuk hidup. Tapi tetap saja aku menangis, aku tetap berharap ada yang menahanku. Hingga detik dimana kereta berjalan semakin cepat dan aku memang sudah tidak diharapkan. Perjalanan yang akan aku tempuh sekitar 2 jam. Sebuah pulau yang terkenal untuk orang yang kesepian atau ingin menenangkan diri. Tidak ada manusia di sana kecuali pengunjung dan beberapa pengawas pulau. Penjual, petugas kebersihan, sopir kendaraan, semua berjalan oleh robot. Tapi pemandangan di sana benar-benar menakjubkan. Hamparan pantai dengan pasir putih, bukit hijau, pegunungan dan padang rumput. Semua ada dalam satu pulang tersebut dengan jarak yang dekat. Terdengar mustahil, bahkan aku sendiri masih tidak percaya. Aku mulai memej...

WAKTU INDONESIA BERCERITA : SAMA TAPI TIDAK BERSAMA

Sama tapi tidak bersama, kalimat itu pas banget buat merayakan patah hati yang kesekian kalinya. Dan sebenernya kalimat itu gue dapet ketika lagi dengerin lagu Tulus Hati-hati di Jalan. Ini seperti Hymne patah hati di dunia gue sih, sebuah lagu untuk merayakan sekaligus mengenang sebuah kisah patah hati yang entah keberapa kalinya. Awalnya gue percaya bahwa jodoh itu cerminan diri, tapi semakin ke sini, semakin gue menemukan banyak orang, gue ragu dengan hal itu. Terlalu sama juga tidak menandakan itu jodoh kita, hampir sama juga bukan berarti itu salah satunya. Banyak orang yang ternyata sama tapi hanya sebatas lewat, banyak orang yang bagaikan cermin tapi ternyata sebatas mampir. Mungkin juga sudah pada sama rasa tapi ternyata beda dunia. Hal itu juga yang membuat gue sedikit malas dan memilih mengalir aja soal perasaan. Kalau suka ya udah biarin suka, gue selalu percaya semua ada batas waktunya, yang artinya perasaan gue juga bisa berakhir dan tumbuh berganti dengan perasaan lainnya...

SEPENGGAL CERITA #2

Berjalan tanpa arah. Itu yang selalu aku lakukan ketika benar benar merasa lelah. Secara emosional, aku memang merasa mudah lelah dan dalam kondisi itu aku mudah tersinggung dengan hal sekecil apapun. Awalnya aku menganggap itu hal biasa. Hanya saja semakin lama aku semakin bosan merasakannya. Aku menyadari banyak hal tapi juga bisa dengan mudahnya mengabaikan hal itu. Aku merindukanmu. Langkah yang awalnya aku kira tidak berarah, ternyata memiliki ujung yang sama. Makam ayahku. Walaupun hanya dari kejauhan, aku bisa merasa lebih tenang dan hanya itulah alasanku bisa menangis dengan lega. Aku bukanlah anak yang baik, aku sering mengabaikan ucapan ibu, aku sering mengabaikan nasehat dari orang yang lebih tua dan berpengalaman, aku sering melanggar larangan yang telah diperingatkan kepadaku. Sekilas aku sadar, tapi dengan mudahnya aku bilang, "tidak apa-apa." Kemudian melimpahkan kesalahan kepada ibu yang aku anggap terlalu lembut dan memanjakanku. Jika belum puas, aku beralasa...

WAKTU INDONESIA BERCERITA : LEBARAN TAHUN INI

Lebaran tahun 2022 telah tiba. Gue sebagai pengelola blog ini, yang mungkin tidak memiliki pengunjung, mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H, Minal Aidin wal Faizin Mohon Maaf Lahir dan Batin. Maaf apabila selama berkarya, selama mengurus blog ini banyak salah kata, membuat hati kecewa dan tidak berkenan, karena gue Cuma manusia biasa yang doyan ngeluh. Selanjutnya perihal lebaran gue kali ini, kurang lebih masih sama. Sanak saudara yang masih bertanya secara halus kapan gue menikah, masih tidak kemana-mana karena gue males. Bahkan sejak hari pertama aja gue Cuma tiduran di rumah, main bentar, pulang tiduran lagi. Seinget gue Cuma ada dua acara yang cukup berkualitas saat lebaran ini, ikut arisan keluarga sama main ke rumah nenek jalur ibu. Selain itu hari-hari gue diisi dengan tiduran. Gue sempat mengeluhkan kenapa hari-hari lebaran gue nggak sesibuk temen-temen gue, kenapa gue malah lebih ngerasa libur ambil cuti daripada libur lebaran. Tapi anehnya, pas gue diajak buat kel...