Langsung ke konten utama

WAKTU INDONESIA BERCERITA : LEBARAN TAHUN INI

Lebaran tahun 2022 telah tiba. Gue sebagai pengelola blog ini, yang mungkin tidak memiliki pengunjung, mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H, Minal Aidin wal Faizin Mohon Maaf Lahir dan Batin. Maaf apabila selama berkarya, selama mengurus blog ini banyak salah kata, membuat hati kecewa dan tidak berkenan, karena gue Cuma manusia biasa yang doyan ngeluh.

Selanjutnya perihal lebaran gue kali ini, kurang lebih masih sama. Sanak saudara yang masih bertanya secara halus kapan gue menikah, masih tidak kemana-mana karena gue males. Bahkan sejak hari pertama aja gue Cuma tiduran di rumah, main bentar, pulang tiduran lagi. Seinget gue Cuma ada dua acara yang cukup berkualitas saat lebaran ini, ikut arisan keluarga sama main ke rumah nenek jalur ibu. Selain itu hari-hari gue diisi dengan tiduran.

Gue sempat mengeluhkan kenapa hari-hari lebaran gue nggak sesibuk temen-temen gue, kenapa gue malah lebih ngerasa libur ambil cuti daripada libur lebaran. Tapi anehnya, pas gue diajak buat keliling sama temen-temen gue, gue nggak mau. Emang bener, manusia itu makhluk yang ribet.

Sebenernya gue juga berencana untuk nulis selama libur lebaran ini. Tapi nyatanya sama sekali nggak ada cerita satupun yang selesai gue tulis. Ada satu kumpulan cerita yang sempat gue selesaikan sebelum lebaran, tapi pas gue baca lagi, gue merasa kurang klik sama ceritanya. Jadi gue perlu waktu untuk mendiamkan karya tersebut dan baru gue edit lagi setelah mood gue ngumpul.

Hal yang berkesan dari ramadhan dan lebaran kali ini adalah semua rangkaian kegiatan mulai berjalan seperti biasa. Suasana keluarga yang kembali ramai karena diijinkan untuk mudik. Kegiatan halal bi halal yang kembali diadakan juga. Semoga aja kedepannya bisa bener-bener bebas berkegiatan dan bebas bermasker. Ditambah, perasaan kangen sama Alm. Bapak, karena jarang banget gue ngerasa sekangen ini. Bahkan pas gue lihat Om gue, adik dari Bapak, malah jadi nangis karena mirip sama bapak gue.

Menyedihkannya, gue bener-bener merasa tidak produktif akhir-akhir ini, karena kondisi kesehatan dan emang dasarnya juga malesan. Tapi yang jelas banyak banget momen yang menyenangkan dalam lebaran kali ini. Semoga saja di tahun depan gue bisa bertemu dengan bulan ramadhan juga bisa lebaran dengan lebih baik.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...