Ada waktunya kita bahagia dengan berbagai situasi, sampai menyepelekan berbagai hal yang kita anggap kecil waktu itu. Membiarkan tertumpuk, tanpa sadar memenuhi pikiran, dan meledak.
Aku melakukannya lagi. Sepertinya, itu masih menjadi pola dalam hidupku. Aku yang hanya bisa melampiaskan tanpa menyelesaikan, memilih pergi ke warung tenda, tempat favoritku makan ceker pedas dan minum sprite. Sendirian. Maklumlah, aku tidak bisa minum alkohol atau semacamnya, jadi aku memilih minuman berkarbonasi sebagai gantinya, karena aku pikir rasanya sama saja.
"Bu pesen ceker pedas 5 sama sosis 5 ya, tambah sprite tanggungnya 1." Ucapku kepada ibu-ibu penjual makanan.
Tanpa mengiyakan, ibu itu dengan cekatan mengambilkan pesananku dan langsung memberikannya kepadaku. Wajah ibu itu tidak seperti biasanya, nampak lebih murung. Sorot matanya juga terlihat menyedihkan. Aku sedikit curiga, makannya juga tidak akan seenak biasanya.
Aku mencoba untuk makan ceker pedasnya. Rasanya sedikit lebih pedas dari biasanya. Kemudian aku mencoba sosisnya. Masih sama. Yang berbeda adalah sikapnya. Bahkan senyum yang ibu itu tunjukkan kepada pelanggannya terlihat jelas dibuat-buat.
Aku berpikir, "apa itu juga yang terjadi saat aku merasa sedih?" Saat dimana aku biasanya tertawa, tersenyum ramah, menjadi pendiam saat sedih atau kecewa dengan sesuatu.
Komentar
Posting Komentar