Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2022

OTEM : KEJUTAN!!!

Kejutan!!!!! Itu hanya ada dalam video-video orang lain yang diupload ke sosial media dan kebetulan aku lihat. Resmi sudah, aku masuk ke usia 24 tahun. Sepi, hening, tapi dalam. Karena diusia itu aku menyadari, pada dasarnya memang kita hanya sendiri. Tidak ada yang lebih peduli dengan diri kita selain diri sendiri, tidak ada yang betul-betul paham selain diri sendiri, tapi juga diri sendiri ini yang membuat kebodohan-kebodohan, penderitaan, dan penyesalan selama hidup. Aku sempat baca kalimat yang kira-kira kayak gini, sesungguhnya hidup itu penderitaan, tapi kita bisa memilih hidup untuk bahagia atau menderita. Yaa...nilai menderita dan bahagia itu tergantung kita menerima atau tidaknya kejadian itu. Selama ini aku selalu menilai kehidupanku terlalu banyak penderitaan, karena aku tidak bisa menerima dengan semua itu dan tidak menghargai sedikitpun kebahagiaan yang sudah diberikan oleh Allah. Kejutan!!! Entah akan terkejut atau tidak, hidup satu jam, satu hari, esok adalah teka-teki u...

OTEM : NGELANTUR

Sebenernya nggak pas dan nggak sopan hal ini gue katakan. Tapi rasanya akan makin menyiksa kalau cuma gue simpen. Gue percaya, setiap pertemuan itu ada masanya. Kita akan berkenalan, mungkin saling penasaran, sampai akhirnya kita menemukan kesamaan, kita dekat, kita berkonflik, marah, sedih, baikan, atau justru kita memilih untuk berhenti sampai memaafkan kemudian menjadi asing. Hal yang sebenarnya gue benci dalam siklus kehidupan ada meninggalkan atau ditinggalkan. Berkenalan dengan orang baru. Dan gue benci ketika gue terlanjur tertarik dengan orang itu, gue selalu menyesal ketika memutuskan untuk berteman dengan orang yang gue suka. Tapi gue baru sadar, semakin gue membenci sesuatu, maka itu akan terjadi dalam kehidupan gue. Yaa...gue sekarang paham, tentang semua yang berlebih itu tidak baik. Termasuk perasaan benci perihal kehidupan ini. Termasuk berharap lebih kepada orang yang jelas tidak bisa diharapkan. "Pulang!!!!" hampir semua sel meneriakkan kata itu. Seketika mun...

OTEM : TITIK

Kalau aja bisa leluasa ngomong mungkin ini yang pengen gue omongin. Gue capek, dan gue tahu lo akan bilang, “ya istirahat – ya berhenti dulu.” Gue juga tahu itu, gue paham konsepnya, kalau capek ya istirahat, kalau laper ya makan, kalau haus ya minum. Gue paham konsep itu, tapi untuk ngelakuinnya nggak akan segampang gue atau lo bilang kayak gitu. Otak gue terlanjur panik karena semua hal terasa datang secara dadakan dan minta diselesaikan segera. Sampai akhirnya, perasaan gue ikutan cemas, khawatir, mulai berperasangka yang nggak-nggak. Sedangkan gue yang terlihat oleh orang-orang, seperti orang bodoh, diam. Kosong. Hilang fokus. Kalau sampai parah, bisa tiba-tiba nangis. Bisa juga tiba-tiba ketawa keras. Nggak heran kalau hal sereceh, “buang apa yang nggak kelihatan?” terus gue bilang, “buang kentut,” dan gue akan ketawa sejadi-jadinya, seolah-olah itu lelucon paling lucu. Gue capek, karena gue nggak pernah tahu kapan tawuran tak kasat mata itu datang ke kehidupan gue. Kadang gue...