Langsung ke konten utama

OTEM : KEJUTAN!!!

Kejutan!!!!!
Itu hanya ada dalam video-video orang lain yang diupload ke sosial media dan kebetulan aku lihat. Resmi sudah, aku masuk ke usia 24 tahun. Sepi, hening, tapi dalam. Karena diusia itu aku menyadari, pada dasarnya memang kita hanya sendiri. Tidak ada yang lebih peduli dengan diri kita selain diri sendiri, tidak ada yang betul-betul paham selain diri sendiri, tapi juga diri sendiri ini yang membuat kebodohan-kebodohan, penderitaan, dan penyesalan selama hidup.

Aku sempat baca kalimat yang kira-kira kayak gini, sesungguhnya hidup itu penderitaan, tapi kita bisa memilih hidup untuk bahagia atau menderita. Yaa...nilai menderita dan bahagia itu tergantung kita menerima atau tidaknya kejadian itu. Selama ini aku selalu menilai kehidupanku terlalu banyak penderitaan, karena aku tidak bisa menerima dengan semua itu dan tidak menghargai sedikitpun kebahagiaan yang sudah diberikan oleh Allah.

Kejutan!!!
Entah akan terkejut atau tidak, hidup satu jam, satu hari, esok adalah teka-teki untuk manusia. Dan mungkin itu juga menjadi hal yang menarik buatku sekarang. Akan seperti apa ya besok, kalau hari ini aku seperti ini? Apa besok akan sama? Atau Apa besok aku akan bertemu dengan orang baru? Mungkin kalau orang overthinking kepalanya udah pecah karena penuh dengan pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya nggak penting-penting amat. Termasuk diriku sendiri contohnya. Aku juga sadar, banyak hal yang coba aku prediksi dan aku bayangkan hanya akan membuat penuh isi dalam kepala, maka dari itu perlahan aku melepaskan semua itu dan lebih fokus untuk memikirkan apa yang sedang aku jalani.

24 tahun, garis yang belum genap ¼ abad tapi rasanya juga udah keberatan. Garis yang rasanya menjadi titik penting pertama untuk tahun berikutnya. 24 tahun, semoga menjadi lebih baik dan semakin baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...