Sebenernya nggak pas dan nggak sopan hal ini gue katakan. Tapi rasanya akan makin menyiksa kalau cuma gue simpen.
Gue percaya, setiap pertemuan itu ada masanya. Kita akan berkenalan, mungkin saling penasaran, sampai akhirnya kita menemukan kesamaan, kita dekat, kita berkonflik, marah, sedih, baikan, atau justru kita memilih untuk berhenti sampai memaafkan kemudian menjadi asing.
Hal yang sebenarnya gue benci dalam siklus kehidupan ada meninggalkan atau ditinggalkan. Berkenalan dengan orang baru. Dan gue benci ketika gue terlanjur tertarik dengan orang itu, gue selalu menyesal ketika memutuskan untuk berteman dengan orang yang gue suka. Tapi gue baru sadar, semakin gue membenci sesuatu, maka itu akan terjadi dalam kehidupan gue. Yaa...gue sekarang paham, tentang semua yang berlebih itu tidak baik. Termasuk perasaan benci perihal kehidupan ini. Termasuk berharap lebih kepada orang yang jelas tidak bisa diharapkan.
"Pulang!!!!" hampir semua sel meneriakkan kata itu. Seketika mungkin sadar, tapi beberapa waktu kemudian, bisa saja gue yang lagi sibuk kerja kemudian nangis. Gue yang haha-hihi kemudian diam. Hanya karena teringat hal-hal yang menurut gue menyedihkan ini.
Mungkin buat lo, ini hanya sebuah drama kecil anak remaja, yang sebenarnya tidak remaja. Tapi bagi gue, ini cukup menyita banyak hal.
Gue cuma mau bilang, atas semua pertanyaanmu maupun pertanyaanku sendiri, aku tidak pernah menyesal pernah bertemu dan mengalami banyak hal denganmu. Aku juga mengakui sudah jatuh kepadamu. Aku juga sadar harus berdiri dan pergi. Aku juga tidak mau jarak yang aku katakan itu akan ada, tapi ada banyak ketakutan jika aku benar menghapusnya.
Komentar
Posting Komentar