Langsung ke konten utama

OTEM : NGELANTUR

Sebenernya nggak pas dan nggak sopan hal ini gue katakan. Tapi rasanya akan makin menyiksa kalau cuma gue simpen.

Gue percaya, setiap pertemuan itu ada masanya. Kita akan berkenalan, mungkin saling penasaran, sampai akhirnya kita menemukan kesamaan, kita dekat, kita berkonflik, marah, sedih, baikan, atau justru kita memilih untuk berhenti sampai memaafkan kemudian menjadi asing.

Hal yang sebenarnya gue benci dalam siklus kehidupan ada meninggalkan atau ditinggalkan. Berkenalan dengan orang baru. Dan gue benci ketika gue terlanjur tertarik dengan orang itu, gue selalu menyesal ketika memutuskan untuk berteman dengan orang yang gue suka. Tapi gue baru sadar, semakin gue membenci sesuatu, maka itu akan terjadi dalam kehidupan gue. Yaa...gue sekarang paham, tentang semua yang berlebih itu tidak baik. Termasuk perasaan benci perihal kehidupan ini. Termasuk berharap lebih kepada orang yang jelas tidak bisa diharapkan.

"Pulang!!!!" hampir semua sel meneriakkan kata itu. Seketika mungkin sadar, tapi beberapa waktu kemudian, bisa saja gue yang lagi sibuk kerja kemudian nangis. Gue yang haha-hihi kemudian diam. Hanya karena teringat hal-hal yang menurut gue menyedihkan ini.

Mungkin buat lo, ini hanya sebuah drama kecil anak remaja, yang sebenarnya tidak remaja. Tapi bagi gue, ini cukup menyita banyak hal.

Gue cuma mau bilang, atas semua pertanyaanmu maupun pertanyaanku sendiri, aku tidak pernah menyesal pernah bertemu dan mengalami banyak hal denganmu. Aku juga mengakui sudah jatuh kepadamu. Aku juga sadar harus berdiri dan pergi. Aku juga tidak mau jarak yang aku katakan itu akan ada, tapi ada banyak ketakutan jika aku benar menghapusnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...