Entah ini keputusan yang benar atau salah. Tapi gue rasa tepat untuk kondisi saat ini. Setelah sekian lama gue mengeluhkan perihal kondisi mental gue, akhirnya gue memutuskan untuk berani datang ke psikolog. Gue ngerasa ini udah mengganggu banget soalnya, kerjaan gue juga nggak lancar, nafsu makan gue juga semakin menurun, kualitas tidur yang nggak baik sama sekali. Gue berpikir ini mungkin malah bakalan jadi tambah parah, karena di dalam diri gue udah bentrokan terus.
Setelah gue obrolkan dengan temen gue yang paham akan hal-hal itu, dia menyarankan gue untuk mendekat ke Allah dan mencoba untuk konsultasi. Gue emang setuju juga sih, secara keimanan gue emang lemah, dan gue juga bukan pribadi yang terbuka. Akhirnya karena gue udah merasa sangat tidak nyaman dengan kondisi ini, gue bilang ke atasan gue. Akhirnya dengan sat set, beliau ngajakin gue ke dokter yang sebelumnya pernah dia datengi buat anaknya.
Gue merasa ini sebuah hak istimewa yang gue dapat ya, karena gue berani ngomong dan mungkin menurut atasan gue yaa...ini salah satu kewajiban dia untuk memperbaiki situasi toko. Gue sangat bersyukur karena semuanya, termasuk keberanian gue sendiri yang mau ngomong ini. Termasuk semua masalah yang membuat gue sampai di titik ini. Nggak semua orang dapetin hal ini bahkan sepaket sama jalan keluarnya. Mungkin emang capek, melelahkan dan sangat-sangat tidak menyenangkan. Tapi gue sadar bahwa kalau nggak ada lubang dalam perjalanan gue, mungkin gue nggak akan bisa lebih hati-hati dan lebih berani dari ini.
Semoga aja, dari langkah awal yang menurut gue ini besar bangettt, ini pertolongan Allah agar gue bisa menjadi manusia yang lebih baik, lebih bersyukur atas apa yang telah diberikan-Nya.
Komentar
Posting Komentar