Langsung ke konten utama

OPINI : fR - UNTUK SIAPA?

Cukup lama juga gue nggak absensi di sini. Kemarin setelah datang dengan kalimat-kalimat mengigauu (hahaha) dengan harapan beneran dibaca orangnya, terus dapet respon sesuai, akhirnya gue kembali dengan kewarasan yang yaaa....lumayannnlah.

Langsung saja, seperti judul yang gue tulis, For Revenge merilis lagu baru lagi yang judulnya Untuk Siapa? Berdasarkan info dari google, tepat 1 minggu lalu lagu ini dirilis di kanal Youtube Didi Music. Lagu dengan durasi 3:35 menit ini gue rasa dalem banget, cuma gue emang belum nemu poinnya. Awalnya gue pikir ini cerita tentang seorang laki-laki yang berjuang untuk seorang perempuan yang lama-kelamaan dia sadar sebenernya perjuangan itu untuk siapa sih, untuk si cewek biar bahagia atau untuk diri dia sendiri biar bahagia. Itu karena gue salah mendengar lirik di bagian akhir lagu, yang harusnya "Pernah kau beri semua, pernah kau ambil dunia, tanpa pernah ku bertanya..." tapi gue dengernya, "Pernah ku beri semua, pernah ku ambil dunia, tanpa pernah ku bertanya...."

Setelah gue tahu kebenaran liriknya, gue jadi mikir, mungkin ini cerita tentang pasangan yang bersama tapi ganjil. Padahal berdua, harusnya genap kan?! Lirik awal lagu ini sebagai bentuk kesadaran si cowok karena ceweknya udah nggak kelihatan bahagia seperti awal hubungan mereka. Ditambah lagi dengan lirik, "Bila hadirnya yang kau nanti, biarlah ku yang menukar tempat ini..." seolah-olah si cowok juga tahu kalau ceweknya ketemu sama orang baru. Akhirnya si cowok rela untuk melepas ceweknya karena sadar selama ini bukan dia yang diharapkan. Tapi si cowok kayak berusaha menyadarkan, lo pernah berjuang buat hubungan ini loh, dengan lirik "Pernah kau beri semua, pernah kau ambil dunia" kalau kelanjutannya "tanpa pernah kubertanya...untuk siapa?" justru gue mengartikannya, terus itu untuk siapa? kalau bukan untuk hubungan kita

Walaupun gue belum pernah pacaran atau menjalin sebuah hubungan dengan lawan jenis (walaupun itu tanpa status), tapi gue tahu dalam sebuah hubungan pasti ada waktu dimana ada rasa bosan bahkan mungkin sampai kehilangan kebahagiaan. Disaat seperti itu, ada beberapa orang yang memilih untuk diam-diam mencari kebahagian lagi entah dengan mengenal orang lain atau justru menyendiri (karena setiap orang punya cara masing-masing). Yang pada dasarnya, gue rasa itu hanya perasaan jenuh sementara, lo cuma perlu waktu merenungkan hubungan lo, lo cuma perlu waktu untuk ngobrol serius sama pasangan lo soal hubungan itu. Saling memberitahu uneg-uneg masing-masing, siapa tahu itu solusinya. Bisa menjadi koreksi satu sama lain, evaluasi hubungan, dan semua kembali baik-baik saja.

Gue yakin, semakin lama sebuah hubungan, itu sebenarnya semakin sulit untuk dilepaskan. Sudah jelas, dalam hubungan itu pasti sudah banyak kenangan bahagia yang diciptakan. Nggak mungkin dong, hubungan lama tapi isinya lebih banyak cek coknya daripada bahagianya. Kembali mengenang kenangan bahagia bersama pasangan itu juga menjadi hal yang perlu dilakukan saat merasa jenuh dalam hubungan. Momen perjuangan saat PDKT, sensasi deg-degan saat nembak, jalan pertama setelah resmi pacaran, dan hal lainnya.

Apapun cerita dibalik lagu Untuk siapa? ini, yang jelas gue kembali berhasil dibuat galau oleh lagu ini. Berasa gue sendiri yang ngalamin hal ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...