Langsung ke konten utama

OTEM : SAMPAI KAPAN?

Masih menjadi pertanyaan bersama, sampai kapan?

Padahal sadarnya dari kapan tahun, tapi nggak pernah ada perubahan

Semakin ke sini bukannya semakin kenal malah makin nggak paham

Nggak tahu apa yang dirasain, nggak tahu apa yang dipikirin

Nggak tahu apa yang buat kecewa, nggak tahu jelas penyebabnya

Tahunya cuma ngerasa nggak nyaman, ngerasa salah terus

Capek sama diri sendiri, pengen menghilang gitu aja

Kadang suka mikir, kayaknya gue salah kalau mau mencoba menjadi orang ramah

Orang yang ceria dan bisa bikin orang lain nyaman setiap kali di dekat gue

Karena ujungnya, gue hanya berpura-pura

Ujung-ujungnya gue beneran nggak tahu harus seperti apa

Salah kalau lo bisa bantuin orang lain

Salah kalau lo mengharap orang lain nyaman sama lo

Karena apa yang lo lakukan justru membuat semuanya menjadi sebaliknya

Orang yang lo perjuangkan untuk tetap bersama lo, akan pergi

Orang yang percaya sama lo, akan menjadi pernah percaya kemudian hilang

Mungkin perlu jeda, mungkin lo perlu belajar lebih banyak tentang terbuka

Terbuka soal pikiran, soal perasaan

Dan jangan terlalu berharap banyak dengan nilai belum tentu

Jangan mudah menyimpulkan dan percaya sama pikiran negatif lo

Berdoa dan bersyukur, semoga akan baik-baik saja

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...