Langsung ke konten utama

WIB : SUPPORT SYSTEM

Dengan diiringi lagu Hindia-Ramai Sepi Bersama, part WIB kali ini cukup dalam buat gue. Jujur aja, akhir-akhir ini gue lagi capeeeekkkkk banget. Nafsu makan sampai ilang-ilangan, berangkat kerja yang dulunya menyenangkan jadi malessss banget. Berasa balik lagi ke awal gue masuk kerja, berasa beraaaaatttt banget, sampai-sampai gue jalan aja nangis karena ngerasain betapa tidak menyenangkannya perasaan gue ketika berangkat kerja. Walaupun pas sampai sana dan kerja, yaa...semuanya kelihatan baik-baik aja.

Dan ini alasan kenapa gue membahas tentang support system. Dikutip dari orami.co.id support system merupakan seseorang yang memberikan dukungan, perhatian kepada orang lainnya. Tentunya orang tersebut adalah orang yang dekat dan sering berkomunikasi dengan kita. Kehadirannya yang mendukung, tidak menghakimi atau membuat kita merasa terpojok, memberikan masukan, tanggapan jujur yang tentu saja baik untuk kita, sangat membantu sekali ketika kondisinya lagi capek-capeknya.

Itu juga yang gue rasakan, gue yang merasa sangat berat dan behhh....berasa pengen udahlahhhh, tapi untung ada beberapa orang yang baik dan menjadi support system dalam hidup gue selama melewati waktu-waktu sulit ini. Ngajak diskusi, ngajak main, saling dukung dan menanyakan kondisi satu sama lain. Rasanya seneng banget, dan mereka bisa jadi alasan gue harus bangkit lagi, karena ada loh orang yang nunggu lo untuk ketawa lagi, ada loh yang nunggu lo buat bercanda, main bareng, foto bareng, nongkrong bareng. Apalagi pas ada salah satu konsumen yang bilang ke gue, "makasih banyak ya mbak, untung ada mbak," itu berasa udah menjadi alasan gue harus bertahan hidup. Sama seperti lagunya Hindia ini, gue baru sadar betapa dalamnya lagu ini karena memang sesuai dengan kondisi gue.

Mungkin ini menjadi part paling singkat dan aneh, tapi yang jelas, gue sangat senang memiliki temen dekat seperti mereka. Semoga saja pertemanan ini bisa awet dan selalu menyenangkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...