Langsung ke konten utama

WIB : TEMEN X DEMEN

Dalam sebuah obrolan bersama temen nongkrong, gue bertanya, "kita bisa nggak sih, temenan setelah suka sama orang itu?" dan salah satu dari mereka menjawan, "nggak bisa."

Itu juga yang gue alami, mau sekeras apapun gue berusaha, gue nggak bisa temenan sama orang yang pernah gue suka. Karena pasti apapun yang dia lakukan ke gue, bahkan bercanda pun, itu bakalan gue artikan berbeda. Gue akan selalu bawa perasaan dan pikiran atas semua kalimat yang dia ucapkan ke gue. Makanya ada beberapa orang yang setelah nyaman temenan terus kok demen, dia memilih untuk diam karena takut cita rasa pertemanan yang udah "gini banget" rusak cuma karena kalimat "aku suka kamu".

Pro-kontra sih soal lebih baik diungkapkan atau nggak kalau punya rasa sama temen sendiri. Satu sisi kita yang suka pasti capek nahan perasaan, bahkan kadang nahan cemburu, tapi di sisi lain ada nilai pertemanan yang nggak kalah pentingnya. Menurut gue, mungkin semua cuma perlu waktu yang tepat dan situasi yang pas. Pastikan dulu temen yang lo taksir emang masih jomblo, perjelas juga keakraban lo itu cuma dianggap temen atau dia juga merasakan sesuatu yang lebih. Gue rasa cewek pada umumnya akan kelihatan sih, nganggep temen atau lebih dari temen. Kalau emang dirasa dia juga nyaman sama lo lebih dari temen, coba aja spill-spill dikit, ngode-ngode dikit kalau lo nganggep dia lebih dari temen. Tunjukkin kalau lo spesial dibanding temen perempuan lo lainnya.

TAPI, ingat jangan berharap hasil nilainya besar, bikin aja 50:50, karena ada beberapa cewek yang emang jago dalam hal bersikap. Entah memang friendly, entah pura-pura, entah mengimbangi perlakuan lo, atau memang karena itu lo. Kalau dia minim temen cowok dan sudah dipastikan temen cowok yang paling deket cuma lo, bisa jadi alasannya itu karena lo. Tapi kalau dia punya banyak temen cowok, coba aja lihat level keakrabannya, kalau dia kelihatan akrab sama lo, sering ceritanya sama lo, mau dianter pulangnya sama lo, itu sudah dipastikan dia menganggap lo berarti buat dirinya.

Gue percaya sama teori, seramah-ramahnya seseorang, baik itu cewek maupun cowok, perlakuannya tetap berbeda ketika dia berhadapan dengan orang yang dia suka. Mungkin sekilas kelihatan sama, tapiiiii...pasti akan ada hal spesial atau hal-hal tertentu yang dilakukan cuma sama "dia". Dannn....percayalah, orang friendly itu kebanyakan setia. Dia paham dan tahu betul siapa yang dia suka dan dia jaga. Maka dari itu, gue pribadi lebih memilih memperbanyak teman, pertama untuk mengenal betapa warna-warninya manusia, karena dari mereka kita juga bisa mengenali diri kita sendiri. Kedua untuk mencari pasangan, yaa...tentu saja lawan jenis, walaupun risikonya dipandang lumayan, tapi kebanyakan yang gue temuin yang awalnya temenan bisa lancar dan langgeng sampai pelaminan. Karena mereka udah tahu baik-buruknya satu sama lain dan nggak ada keraguan lagi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...