Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2022

OTEM : AKU PERNAH BILANG

Masalah sama kamu itu, selalu berat. Tapi jika itu kamu, aku selalu berusaha untuk mampu. Nggak tahu kenapa akhirnya selalu kamu. Sampai detik ini aku juga masih bingung. Selalu kamu yang akhirnya membuat aku kembali tertawa dan menjadi diriku sepenuhnya. Bahkan soal suasana hatiku, juga bergantung sama kamu. Kalau kamu lagi nggak baik-baik aja dan aku yang kena, aku jadi ngerasa salah aja nggak bisa lebih berhati-hati bersikap sama kamu. Selalu kamu yang akhirnya berhasil membuat aku menangis cuma karena kamu diemin aku atau ngomong dengan nada yang nggak enak ke aku, sampai aku ngerasa salah sendiri. Ngerasa salah karena nggak tahu kalau kamu lagi nggak baik-baik aja. Ngerasa salah karena nggak tahu harus gimana, biar kamu bisa baik-baik aja. Kamu ini sebenernya siapa? Kenapa sebegitu hebatnya? Sampai merubah banyak hal dalam hidupku, selama beberapa tahun belakangan ini. Kenapa juga kita bisa memiliki banyak kesamaan yang akhirnya membuat kita sama-sama nyaman tapi nggak bisa sama-s...

OTEM : CHATTING SEMALAM

Malam ini, kamu mengirim pesan kepadaku Lagi Sudah lama ya, kita nggak saling berkirim pesan untuk waktu yang tidak sebentar Sudah jarang juga, kita membicarakan sesuatu di luar pekerjaan Jujur saja aku sempat rindu Jujur saja aku sempat ingin Tapi, aku sadar, waktu kita untuk seperti itu, telah habis Jujur saja, aku sempat ingin memanjakan perasaanku untuk terus menyukaimu Terus membiarkan perasaan itu ada walaupun kita tidak akan bersama Walaupun kamu juga nggak akan memilih aku Tapi, aku kembali sadar, mencintai kamu dengan seperti itu hanya akan menyiksa diriku Sangat membuang-buang waktu dan membuang-buang kesempatan untuk orang lain Yang mungkin lebih baik dari kamu Semenjak saat itu, kita memang menjadi jauh Kita yang biasanya saling bercanda, berbagi cerita, bertengkar karena hal kecil Saling meminta maaf karena kelakuan kekanak-kanakan masing-masing Aku merindukan masa-masa itu Dan itu katamu juga, bahwa kamu merindukan kita yang dulu begitu dekat Tapi, aku senang karena seper...