Langsung ke konten utama

OTEM : CHATTING SEMALAM

Malam ini, kamu mengirim pesan kepadaku
Lagi

Sudah lama ya, kita nggak saling berkirim pesan untuk waktu yang tidak sebentar
Sudah jarang juga, kita membicarakan sesuatu di luar pekerjaan
Jujur saja aku sempat rindu
Jujur saja aku sempat ingin
Tapi, aku sadar, waktu kita untuk seperti itu, telah habis

Jujur saja, aku sempat ingin memanjakan perasaanku untuk terus menyukaimu
Terus membiarkan perasaan itu ada walaupun kita tidak akan bersama
Walaupun kamu juga nggak akan memilih aku
Tapi, aku kembali sadar, mencintai kamu dengan seperti itu hanya akan menyiksa diriku
Sangat membuang-buang waktu dan membuang-buang kesempatan untuk orang lain
Yang mungkin lebih baik dari kamu

Semenjak saat itu, kita memang menjadi jauh
Kita yang biasanya saling bercanda, berbagi cerita, bertengkar karena hal kecil
Saling meminta maaf karena kelakuan kekanak-kanakan masing-masing
Aku merindukan masa-masa itu
Dan itu katamu juga, bahwa kamu merindukan kita yang dulu begitu dekat
Tapi, aku senang karena sepertinya kamu juga menikmati suasan baru ini
Setidaknya, kamu tidak akan merasa sendirian ketika aku marah
Setidaknya, kamu tidak akan kebosanan selama seharian karena aku yang diam
Setidaknya, kamu tidak akan memiliki alasan lagi untuk marah karena aku
Tapi, itu berat

Satu perjuangan, untuk aku menahan rasa iri yang kau sebut cemburu
Saat melihatmu lebih senang berbicara dengan orang lain dibandingkan denganku
Satu perjuangan, untuk aku meyakinkan bahwa aku tidak apa-apa dengan hal baru ini
Saat kamu lebih senang duduk dan membuka percakapan dengan orang lain dibandingkan denganku
Kamu selalu menjadi manusia yang diam setiap kali di dekatku
Kamu hanya memberi tatapan yang tidak aku pahami
Sama seperti sebelum kamu mengirim pesan kepadaku malam ini
Kamu menatapku untuk beberapa detik
Dan aku memilih untuk segera mengalihkan pandanganku
Karena aku takut, perasaan yang sebenarnya sudah terbiasa tanpa kamu ini
Kembali bergantung kepadamu, yang sebenarnya jelas tidak bisa aku harapkan
Perihal kerinduan itu yang kau bicarakan
Kamu yang mengatakan aku cemburu karena kamu memang lebih dekat dengan orang lain
Kamu yang mengaku bahwa denganku memang semuanya terasa sulit untuk membuka percakapan
Kamu yang juga tidak tahu kenapa bisa seperti itu
Dan aku yang juga mengakui hal yang sama
Bahwa denganmu aku juga tidak mudah
Tapi untuk tanpa kamu, juga aku belum terbiasa

Kamu masih menjadi alasan aku berangkat pagi
Kamu masih menjadi alasan aku memperhatikan semua hal
Kamu masih menjadi alasan aku untuk diam perihal perasaan ini
Tapi, aku harus kembali sadar dan terbiasa untuk tanpa kamu
Karena sekali lagi, aku dan kamu adalah dua orang yang tidak bisa bersama untuk menjadi kita
Karena sekali lagi, kamu juga tidak akan memilihku atas dasar perasaanmu
Karena, kamu hanya sedang kesulitan, kesepian
Dan aku, adalah orang yang sempat mengisi sedikit bagian dari itu

Terima kasih sudah hadir kembali walaupun sesaat
Aku tidak akan kembali lagi untuk obrolan sedalam itu
Aku tidak akan kembali lagi untuk membiarkan perasaanku bergantung lagi kepadamu
Aku akan ada menjadi orang yang seperlunya saja

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...