Kau menyender ke bahuku. Secara tiba-tiba saja. Sama halnya kau yang datang kepadaku saat itu. Sama juga seperti ajakanmu untuk melihat sunset di pantai sore ini.
Aku diam. Kau diam. Hanya suara ombak dan semilir angin yang membuat sore itu sedikit dalam.
“Kenapa ya kita harus ketemu?” tanyamu kepadaku. Secara tiba-tiba.
Aku berpikir. “Iya juga, ya.” Batinku.
Kita sudah kenal 2 tahun lamanya. Kita juga cukup menghabiskan waktu selama 2 tahun itu. Tapi kita tidak memiliki hubungan apapun selain...berteman.
“Kamu pernah mikirin itu nggak, sih?” tanyamu lagi. Mungkin karena aku tidak kunjung menjawab pertanyaan pertamanya.
“Emmm...sebelumnya nggak sih. Baru kepikiran juga.” Jawabku.
“Terus? Menurut kamu? Kenapa?” tanyamu lagi.
“Nggak tahu juga. Sejauh ini ya aku nikmatin aja sih. Sampai kadang lupa kalau kamu ternyata udah ada yang punya, hahaha.” Kekehku.
“Sama, kadang aku juga ngerasa kayak gitu. Aku ngerasa kalau aku itu punya kamu, bukan Bagas.” Ucapmu dengan suara yang melemah.
“Mungkin aku itu cobaan dalam hubungan kamu sama Bagas.” Ucapku.
“Cobaan gimana?”
“Seberapa besar perasaanmu ke Bagas, seberapa setianya kamu ke Bagas, sesabar apa kamu ngadepin situasi hubunganmu sama Bagas.”
“Terus aku gagal ya?”
“Aku nggak bilang kamu gagal. Kalau gagal...kamu udah jadian sama aku. Hahaha.”
Kamu terdiam.
“Aku harus gimana ya, Res?” tanyamu. “Jujur aja, aku nyaman sama kamu. Mungkin lama-lama juga aku bisa suka sama kamu. Tapi aku sama Bagas juga udah lama dan nggak mungkin aku ninggalin dia. Karena aku juga masih sayang sama dia. Kalau kamu ke aku gimana?”
“Aku suka sama kamu.” Jawabku dalam hati. Aku tidak pernah sampai mengatakan kalimat itu, sekalipun suasana kali ini sangat mendukung. Dan mungkin, bisa menjadi titik balik perasaanmu.
“Sama.” Jawabku. “Ya kamu coba aja merenung dulu. Nggak usah ketemu atau chat sama aku dulu. Sama halnya juga ke Bagas. Terus rasain aja gimana, mungkin bisa ngebantu.” Lanjutku. Entah benar, atau salah.
Tidak ada tanggapan darimu. Aku sendiri juga enggan bicara banyak. Aku merasa memang sudah saatnya hubungan tidak jelas ini, harus diakhiri. Selama aku masih waras dan sadar bahwa kamu memang belum berhak aku dapatkan. Karena aku tahu, perasaanmu masih sangat besar untuk kekasihmu itu.
Komentar
Posting Komentar