Biar aku menarik napas terlebih dahulu. Akhir-akhir ini, aku merasa sedikit sesak dengan situasi kondisi dalam diriku.
Huuuuuh....aku
bingung mengatakannya kepada-Mu, Ya Rabb. Walaupun aku tahu Engkau tahu apa
yang aku maksud. Tapi...tanpa 2 rakaat salam aku tidak yakin dengan apa yang
aku ucapkan. Aku juga tidak mantap saat menceritakan semua keluh kesahku.
Berikan aku kekuatan setidaknya sampai aku bisa beribadah kepadamu.
Dan untukmu...orang
yang ingin aku adukan kepada Rabbi-ku. Semoga kau baik-baik saja di sana,
semoga apa yang kau cita-citakan berhasil tercapai, semoga hidup yang kau
jalani baik-baik saja. Semoga...semua akan baik-baik saja.
Sebenarnya, ada
banyak hal yang ingin ku katakan kepadamu. Ada banyak pertanyaan yang ingin aku
temui jawabannya dari mu. Tapi salah satu temanku bilang, “tidak semua
pertanyaan harus ada jawabannya” karena ketidakadajawaban tersebut bisa saja
menjadi jawaban.
Aku berpikir, pilihanmu untuk tidak membalasku mungkin juga bentuk jawaban dari pesan itu sendiri. Dan pilihan yang ada saat ini adalah, berhenti atau mengambil jeda, untuk sesuatu yang sebenarnya sudah kau cegah dari awal. Maaf, aku memang selalu terburu-buru dan memaksakan.
Komentar
Posting Komentar