Langsung ke konten utama

Official 25 tahun

Nggak terasa udah 1/4 abad aja.

Jangan tanya udah punya apa! Masih dikasih napas lancar, kesehatan, waktu, kesempatan aja udah Alhamdulillah.

Dan di awal 25 tahun ini, biar gue mengatakan banyak hal yang mungkin klise. Sesuatu yang gue rasakan ketika berusia 25 tahun.

Yang pertama, rilisnya album milik Hindia, Lagipula Hidup Akan Berakhir, pada bagian I ada lagu yang berjudul Cincin. Lagu ini sangat membantu gue untuk mengungkapakan perasaan kepada diri gue sendiri.

Gue sangat berterima kasih kepada gue yang ada di dalam sana, karena sudah mau bertahan dan berjuang sampai detik ini. Dengan banyak perubahan di sekitar gue bahkan mungkin diri gue sendiri, masih mau berjuang dan baik-baik saja. Semoga dipertempuran selanjutnya kita bisa perang dan menang.

Gue juga mengucapkan banyak terima kasih kepada orang-orang di sekitarku, orang-orang yang secara langsung atau tidak langsung membantu kelangsungan hidup gue, kepada orang-orang yang sudah sabar bertahan, memberi support penuh kepada gue. Terima kasih karena sudah menjadi orang baik, menjadi teman, menjadi keluarga, menjadi pendengar yang baik. Sabar walau harus denger keluhan gue setiap hari tentang masalah yang sama. Semoga kalian semua akan bertemu orang yang baik pula, mendapat kebahagiaan yang setimpal dengan kebahagiaan yang kalian berikan kepada gue maupun orang lain. Sehat selalu dan banyak uang.

Tidak terlupakan, ucapan khusus kepada bapak yang mengharapkan kehadiran gue, tapi kebetulan takdir mengharuskan beliau pergi lebih dulu tanpa menunggu balasan dari gue. Maaf apabila anak perempuan yang bapak harapkan tidak baik dan sesuai dengan harapan bapak. Maaf apabila anak perempuan tercinta bapak belum memberikan balasan yang baik untuk bapak dan ibu. Terima kasih karena mengharapkan anak perempuan ini walaupun harus lima kali uji coba. Semoga kita bisa bertemu dan semoga bapak aman selamat di sana.

Yang tidak akan terlupakan, Allah SWT. Maha segalanya, yang mengizinkan segala sesuatu ini terjadi dalam hidup gue. Sepahti-pahitnya cerita dari Engkau, atas izin-Mu pun saya bisa menerima dan menjalaninya. Mengingat ada beberapa titik yang pernah gue lewati penuh tangis. Yang kalau gue pikir-pikir saat ini cuma bisa senyum dan bilang, "Hebat udah berani dan nggak nyerah, lu!"

Gue yang berani keluar dari zona aman dari circle pertemanan dan membuka circle pertemanan yang lebih sehat untuk gue dan orang lain. Walaupun ujungnya juga balik sama circle pertama, hahhaha. Gue yang akhirnya berani terbuka dan mau pergi ke psikolog sampai dua kali untuk mencari solusi yang tepat buat masalah gue, yang ternyata persoalan pola hidup tidak sehat.

Alhamdulillah, di usia ini ada banyak hal yang bisa gue terima, walaupun masih naik-turun. Semoga saja kedepannya gue akan menjadi orang yang lebih baik, lebih bijak untuk diri gue sendiri, untuk memutuskan sesuatu dalam hidup gue.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...