"Hidup itu masalah, makanya jangan nambah masalah."
Itu cukup menjadi pengingat bagi gue untuk tidak terlalu memusingkan sesuatu. Mungkin seminggu yang lalu, gue mencoba pakai skin care yang lama nggak gue pakai. Alhasil, bukannya baik malah jadi iritasi. Kedua mata gue bengkak dan merah-merah, kulit wajah kering dan ngelupas, rasanya panas dan perih. Muncul jerawat-jerawat. Saat itu, gue mau marah tapi gimana marahnya, orang kesalahan sendiri. Belum selesai sampai di situ, pas gue buka laptop mendadak keyboard gue error dan makin hari makin nambah tombol yang mati.
Awalnya sedih dan tentu marah tadi, tapi nggak tahu kenapa, tiba-tiba tenang sendiri. Dalam batin gue cuma bilang, "ya udahlah, nyari solusi obat aja, laptop juga masih bisa diservisin. Soal uang masih bisa dicari, kita ambil yang urgent dulu." dan Alhamdulillah semua aman jadinya. Muka gue juga perlahan membaik dan laptop gue juga udah dibenerin walaupun ujungnya kumat lagi.
Sama halnya beberapa waktu lalu, di rumah gue kedatangan kucing dan gue tertarik untuk ngerawatnya. Gue rela beli vitamin, obat jamur, sisir khusus untuk kucing kutuan, makanan basah, makanan kering untuk kucing. Gue juga beliin kalung, gue rela mandiin sampai dicakar. Gue siapin nama buat itu kucing dan menghabiskan beberapa uang yang kalau ditabung mayan juga. Tapi karena takdir mengatakan kami tidak berjodoh memiliki hubungan babu-majikan, kucing itu pergi setelah kurang lebih seminggu di rumah gue. Sebelumnya gue juga sempat kepikiran sampai ke situ, karena ucapan abang gue dan disaat yang sama gue juga mencoba untuk menerima kalau memang itu kucing bakalan pergi. Dan sampai waktunya tiba gue bisa menerima dan ya udah, ikhlas walaupun uang gue terdengar sedikit sia-sia.
Yang jelas gue percaya apapun yang terjadi pasti ada pelajaran yang bisa gue ambil dan tentu saja bernilai baik. Mungkin dengan tragedi skin care gue bisa lebih berhati-hati lagi kalau makai atau milih skin care. Tragedi laptop, gue juga bisa belajar untuk lebih pelan-pelan kalau makai, lebih hati-hati waktu nyimpen laptop itu sendiri. Dan soal kucing itu, lagi-lagi gue harus belajar menerima soal kehilangan setelah berkali-kali gue mengalami kehilangan-kehilangan lainnya.
Komentar
Posting Komentar