Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2023

Otem : (Ber)isi(k) Kepala

Gue salah apa sih? Nggak, lo nggak salah, tapi pikiran lo berlebihan. Tapi nggak kayak gini kan? Kenapa coba cuma gue yang dibedakan?! Karena lo nggak dianggap teman sama mereka Karena lo terlalu serius Coba deh lihat, lo harus ramah kayak gitu, jangan marah-marah nggak jelas Harus ya gue jadi kayak gitu biar orang lain juga suka sama gue, mau temenan sama gue Lo emang salah sih, makanya kerja teliti, orang jadi suka dan percaya sama lo Saat ini mereka kepepet sih pertahanin lo, mungkin kalau ada yang lebih baik dari lo, akhirnya juga dibuang!  Mereka cuma nggak tega aja, dan akhirnya pura-pura baik sama lo Nggak, mereka cuma takut salah bertingkah ke lo, makanya mereka milih diam Nggak, mereka males ngeladenin lo yang penuh drama Apa gue salah tempat? Apa ada yang percaya sama gue?  Apa gue harus berubah jadi apa yang mereka mau?  Apa yang mereka mau dari gue?  Apa masih kurang gue berusaha sampai saat ini?  Apa mereka tahu gue juga berkali-kali sakit hati?...

Sepenggal cerita : Ragu

"Kopi lagi kopi lagi," Keluh Nasya yang kemudian duduk di sebelah Kana. "Inget lambung, inget baru seperempat abad. Nggak lucu kalau lo mati gegara asam lambung diusia muda dan belum nikah." Tambahnya sambil merebut kopi dari tangan Kana dan menggantinya dengan air mineral. Kana hanya membalas dengan lirikan tajam kemudian kembali menatap pemandangan malam di hadapannya. "Kenapa sekarang? Kerjaan? Anak anjing?" Tanya Nasya, ia meneguk sisa kopi milik Kana, agar tidak ia rebut kembali. Kana menghela napas kemudian duduk bersila. Ia menoleh ke arah Nasya kemudian berpaling. Ia ragu hendak menceritakan tentang apa yang ia pikirkan saat ini. "Menurut lo, kalau gue selalu pengen bantuin dia, gue pengen tahu apa yang dia lewatin setiap hari, nggak pengen lihat dia kecewa sedikit pun, nungguin chat dari dia buat minta tolong ke gue, itu wajarkan soal temen?" Tanya Kana. Nasya memandang tidak paham kepada Kana. "Iya kan? Lo juga pernah kan kayak git...

Sepenggal Cerita : Anjing

Anya mendekati bibir pantai. Matanya mulai berkaca-kaca, raut wajahnya nampak merah padam. Terlihat seperti detik-detik bom yang akan meledak. Ia mempercepat langkahnya kemudian berteriak, "Anjinggg looo!!!!" Bersamaan dengan itu air matanya mulai pecah. Ia membiarkan ombak menyapu kedua kakinya. Dengan kuat ia memegangi kedua lututnya. Setelah ombak kembali ke pantai ia terduduk dan menutupi wajahnya. Sedangkan Davin, laki-laki yang berteman baik dengan Anya, yang sedaritadi membututi langkah sahabatnya ini, hanya menghela napas. Setengah hati, Davin marah dengan Anya yang tidak mendengarkan ucapannya sejak awal, tapi setengah lainnya ia mengasihani. Davin cukup tahu, perkara ini memang tidak mudah untuk Anya yang memiliki masalah dalam emosinya.  Perlahan Davin mendekati Anya. Ia membantunya untuk bangun dan menepi. Anya masih menangis sesenggukan. Davin mencoba menenangkan Anya dengan menepuk pelan pundaknya. Setelah suara tangis Anya mereda, Davin mulai berbicara. "L...

OTEM : PERAYAAN MELEPASKAN

Aku kira perjalanan melepaskanmu kali ini akan sama sulitnya dengan pengalamanku sebelumnya. Tapi, ternyata aku merasa ini lebih mudah. Bahkan sangat mudah. Satu-dua hari, masih sering teringat tentang dirimu, padahal tidak banyak hal yang aku ketahui tentangmu. Selain ucapanmu ketika awal kita berkirim pesan dan wajahmu yang sampai sekarang masih aku abadikan dalam foto digital. Aku yakin kau lebih lega daripada denganku. Aku yakin hari-harimu setelah keputusanku itu berubah menjadi menyenangkan, bahkan sangat-sangat menyenangkan.  Aku membayangkan, senyumu yang jarang aku lihat itu mendadak bermekaran setiap waktu. Nafasmu aku jamin lancar. Jam istirahat tanpa teror pesan yang tidak kau harapkan. Juga anganmu yang tidak lagi bertanya-tanya, "apa dia sudah lupa?" Jika memang kau sempat menanyakan hal itu, maka jawabku tentu saja tidak lupa. Ketahuilah, walaupun mungkin tidak perlu, aku memang pengingat yang payah. Kejadian 2-3 jam yang lalu saja aku bisa lupa. Aku tidak terl...