Gue salah apa sih?
Nggak, lo nggak salah, tapi pikiran lo berlebihan.
Tapi nggak kayak gini kan? Kenapa coba cuma gue yang dibedakan?!
Karena lo nggak dianggap teman sama mereka
Karena lo terlalu serius
Coba deh lihat, lo harus ramah kayak gitu, jangan marah-marah nggak jelas
Harus ya gue jadi kayak gitu biar orang lain juga suka sama gue, mau temenan sama gue
Lo emang salah sih, makanya kerja teliti, orang jadi suka dan percaya sama lo
Saat ini mereka kepepet sih pertahanin lo, mungkin kalau ada yang lebih baik dari lo, akhirnya juga dibuang!
Mereka cuma nggak tega aja, dan akhirnya pura-pura baik sama lo
Nggak, mereka cuma takut salah bertingkah ke lo, makanya mereka milih diam
Nggak, mereka males ngeladenin lo yang penuh drama
Apa gue salah tempat?
Apa ada yang percaya sama gue?
Apa gue harus berubah jadi apa yang mereka mau?
Apa yang mereka mau dari gue?
Apa masih kurang gue berusaha sampai saat ini?
Apa mereka tahu gue juga berkali-kali sakit hati?
Apa mereka peduli?
Gue ini kenapa?
Kenapa banyak pertanyaan dan pernyataan
Kenapa gue bener-bener kecil ketika dihadapan mereka?
Apa yang harus gue lakukan?
-
Itulah kenapa gue lebih banyak diam. Karena dalam kepala gue jauh lebih berisik dari jalan raya samping kantor, lebih berisik dari suara sound system hajatan tetangga, lebih berisik dari kumpulan ibu-ibu komplek, lebih berisik dari barang pecah belah yang berjatuhan.
Itulah kenapa gue diam-diam menangis. Karena nggak tahu harus menutup apa lagi untuk berhenti mendengarkan semua itu.
Komentar
Posting Komentar