Ini ketika gue masih SMA. Hal yang paling membuat gue semangat datang ke sekolah ada Gladis. Perempuan campuran indo-cina yang memiliki senyum manis. Tentu saja, ia berkulit putih, bermata sipit, memiliki rambut panjang yang selalu ia kuncir setengah. Satu hal yang sangat disayangkan, kami tidak seiman. Selain itu mungkin aku bukan tipe laki-laki yang dia cari. Aku selalu datang lebih awal dan mengambil duduk paling belakang. Karena Gladis sudah pasti duduk di bangku depan nomer dua dari kiri. Ini adalah sudut paling tepat untuk terus melihat senyum Gladis saat jam pelajaran. "Benerin tuh, buku!" Sayangnya, keberadaan Lana ada sejak aku kelas satu. Dia adalah perempuan yang jauh berbeda dengan Gladis. Dia perempuan yang hobi nyari ribut kalau ngelihat temennya nggak fokus, padahal dia sendiri juga nggak fokus. "Cakep ya, Vin?" Tanya Lana ditengah tengah aku memandangi Gladis. "Banget!" "Mantapp!" Seru Lana kemudian berlari ke arah Gladis. "...