Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2024

Cerpen : Kisah Sebentar #3 (End)

Memang sangat disayangkan, hubungan mereka yang sudah berjalan cukup lama harus selesai karena ada kesalahpahaman. Keduanya saat itu sama-sama sibuk bekerja dan jarang bertemu. Sampai suatu ketika ada orang yang sepertinya tidak menyukai hubungan Dika dan Kana, ia mengirimi Kana foto Dika yang sedang berjalan dengan seorang perempuan. Kana mengira Dika selingkuh padahal itu adalah salah satu kliennya yang memang sudah kenal dengan Dika sebelumnya dan sangat akrab. Kana yang sudah terlanjur marah akhirnya memutus hubungannya sepihak. Dika yang masih ingin memperbaiki hubungannya bermaksud menyusul Kana tapi waktu memang tidak berpihak kepada hubungan mereka, salah satu rekan kerjanya, seorang laki-laki setengah perempuan itu memeluk Kana yang sedang menangis. Saat itu Dika marah dan menyetujui putusnya hubungan mereka. Kana menghela napas lagi. Tidak ada semangat yang tersisa dalam dirinya. Pikirannya juga mulai kacau memikirkan kemungkinan-kemungkinan saat sampai di sana. Pukul 4 subuh...

Cerpen : Kisah Sebentar #2

Tidak ada persiapan khusus, bahkan Kana menemuinya bersama dengan pekerjaannya. Dia sudah datang sejak pagi di sebuah cafe dan akan bertemu dengan Damar pukul 2 siang. Seperti biasanya, bahkan Kana pun belum mandi. Dia hanya mengenakan kaos panjang dengan celana bahan bernuansa gelap. “Na...lo nggak mau pindah meja gitu? Atau mau istirahat dulu gitu?” tanya pelayan cafe yang sudah akrab dengan Kana karena saking seringnya Kana bekerja di tempat tersebut. Dia bernama Brian. “Bentar lagi gue ada janji juga di sini.” Jawab Kana tanpa melihat ke arah Brian. “Gue ambil gelasnya.” Kata Brian. “Nambah, latte 1 lagi ya.” “Naaa...ini udah gelas ke 3. Gila lo?!” “Ya udah, air putih 1.” Brian hanya menggelengkan kepala. Kana melirik jam tangannya, waktu menunjukkan pukul 12 siang. Bertepatan juga pekerjaannya selesai. Dia berdiri dan meregangkan badannya yang sudah 4 jam duduk di kursi tersebut. “Nih minumnya.” Ucap Brian. “Terima kasih.” Balas Kana. “Lo janjian sama klien?” “Nggak, sama temen.” ...

Cerpen : Kisah Sebentar #1

“Halo, Bu.” Sapa Kana dalam panggilan telepon. “Halo. Kamu gimana kabarnya? Ibu ganggung nggak nih?” tanya Ibunya. “Nggak kok bu, santai aja. Maaf ya, Kana jarang telpon Ibu.” “Nggak papa. Ibu paham kok, pasti kerjaan kamu banyak. Gista bilang kamu sering lembur.” “Iya sih, Bu. Tapi nggak papa, Kana suka kok sama kerjaannya.” “Jangan lupa jaga kesehatan ya. Minum air putih yang banyak, minum vitamin, jangan telat makan.” “Iya, Bu. Eh...ibu juga sehat kan?” “Iya, Ibu sehat di sini. Gista yang sering nemenin Ibu kalau Bapak kerja di luar kota. Kadang, Dika juga ke sini.” Kana terdiam sebentar. Ia sedikit terkejut karena mendengar nama Dika. “Oh iya, ibu telpon niatnya mau kasih tahu kalau Gista itu bulan depan mau nikah. Kamu bisa pulang kan?” “Iya, Bu. Kemarin Gista juga udah bilang ke Kana. Aku pasti pulang, sih Bu. Nanti aku atur minta cuti 1 minggu biar agak lama di sana.” “Bagus kalau gitu. Bapak juga pasti seneng.” “Iya,” “Emmm...ya udah, kamu lanjutin kerjanya. Ibu tutup telponnya...

Cerpen : About You #3 (End)

Sesuai rencana, keesokan harinya aku pulang dan bertemu dengan keluargaku. 3 hari terdengar singkat, tapi selama aku menjalani hari-hari itu ternyata lama juga. Setiap harinya aku selalu bertanya kepada Via tentang kondisi pekerjaan dan dia selalu bilang aman. Aku juga menanyakan soal Junior yang katanya sudah sembuh dan bisa membantu pekerjaan Via. Sampai di hari terakhir cuti, dalam perjalanan, aku kembali mengaktifkan nomorku dan mencoba menghubungi Via. Tidak ada respon di menit-menit pertama. Tidak seperti biasanya dia slow respon. Aku mengecek grup kantor tidak ada kericuhan sama sekali. Akhirnya aku mencoba menghubungi Junior. Pukul 9 malam, diakhir perbincangan singkat dengan Junior, aku hanya bisa berharap kereta ini bisa segera sampai. “Mas Cakra jangan kaget ya, mbak Via di rumah sakit, dia habis kecelakaan sore tadi pulang dari kantor. Rencananya mau ketemuan sama klien tapi ada pengendara mabuk dan nabrak mbak Via. Tapi nggak parah banget kok, mas. Dia juga udah sadar, sem...

Cerpen : About You #2

Pagi harinya, bukan suara alarm yang membangunkanku. Melainkan 10 panggilan tak terjawab dari Via. Masih dengan sisa pusing semalam, aku menelponnya. “Cakra!!!” panggilnya. “Lo masih hidup kan? Gila gue khawatir lo mati semalam.” Ucapnya terdengar heboh. Bahkan aku bisa membayangkan raut wajahnya. “Haha....iya gue masih hidup.” Ucapku. “Gue udah bilang sama Pak Ilham, lo sakit karena kecapekan. Jadi lo nggak usah masuk hari ini. Kerjaan lo udah gue pegang semua. Tapi....nanti sore lo harus temuin gue di cafe biasanya. Lo punya utang cerita.” Aku melirik jam dinding, sudah pukul 10 siang. Ya....tidak ada salahnya sesekali aku libur kerja, batinku. “Coba lihat nanti ya,” ucapku. “Makasih udah ngatur semuanya.” Tambahku. “Iya deh....kalau lo udah enakan aja.” Kata Via. “Ya udah. Gue balik kerja.” Tambahnya kemudian mematikan sambungan telpon. Dan sore harinya aku sudah duduk di hadapan Via seperti permintaannya. “Ini bukan gue yang maksa lo untuk dateng ya.” Ucapnya setelah menghabiskan s...