Kami sudah duduk sepuluh menit di taman ini. Seharian ini Daniar terlihat sangat muram. Padahal dia adalah orang paling berenergi di tim kami.
“Mbak nggak mau tanya kenapa?” tanyanya kemudian.
“Nggak, tapi kalau kamu mau ngasih tahu, bakalan saya dengerin.” Jawabku. Itu menjadi jawaban template dariku.
“Tadi aku ngelakuin kesalahan, habis itu ngerasa kalau orang-orang jadi benci sama aku karena kesalahan itu.” Ucapnya.
Aku mengangguk paham, “Yahhh, emang kadang-kadang kita apes ketemu sama orang yang kayak kompor. Hal kecil aja bisa dia gedein jadi sesuatu yang besar dan bermasalah. Anggap aja, kita lagi apes. Saya pernah denger, ada yang bilang gini, ‘nggak masalah kita selalu bikin kesalahan, asalkan bukan kesalahan yang sama’ saya setuju dengan hal itu, karena pada dasarnya manusia emang bakalan jadi tempatnya salah, apalagi di mata orang yang tidak senang dengan kita.”
“Mbak Kana juga pernah nemuin orang kayak gitu?”
“Apesnya iya...tapi kita juga harus bersyukur karena bisa ketemu sama mereka. Kita jadi bisa belajar ngadepin orang kayak gitu, kita juga tahu batasan kesabaran kita, kita juga tahu bahwa ternyata ada manusia macam itu.”
“Mbak Kana bisa biasa aja ngadepin kayak gitu?”
“Awalnya nggak, saya juga marah seharian, ngomel sana ngomel sini, saya nyalahin orang lain, tapi lama kelamaan saya jadi paham, saya juga ada salah dalam situasi itu, jadi ketika itu kejadian lagi, saya Cuma diem, saya tahan amarah saya dan berusaha tetap baik, walaupun di belakang saya marah atau nangis. Lagian, itu Cuma ada di hari itu aja, besok lagi nggak ada, udah ganti cerita, begitu juga besoknya lagi.”
Kami terdiam sejenak.
“Oh iya, saya juga pernah denger, kalau semua hal itu ada tanggal kadaluwarsanya. Kebahagiaan, orang, kesedihan, masalah, apapun itu. Jadi, percaya aja, apapun yang terjadi, sepahit apapun itu, nikmati aja, setelah masanya habis, dia akan pergi dengan sendirinya dan kitapun bisa menerima dengan baik.”
Daniar mengangguk-angguk. Aku menepuk bahunya pelan, “Nggak ada kehidupan yang jalannya mulus, nggak ada kejadian yang nggak ada tujuannya, jadi, coba aja terus, waktu berjalan dan kita nggak bisa minta diulang. Salah perbaiki, berhasil disyukuri. Nggak masalah kalau emang mau ngilang, tapi nggak usah lama-lama, karena masih banyak masalah yang belum kita coba. Saya pergi dulu ya, kalau masih nggak enak, besok cuti dulu aja. Tenangin diri dulu, biar pas dateng kerja kamu juga bisa percaya diri lagi.”
Komentar
Posting Komentar