Langsung ke konten utama

Sepenggal Cerita #2 Lagi Bener

Kami sudah duduk sepuluh menit di taman ini. Seharian ini Daniar terlihat sangat muram. Padahal dia adalah orang paling berenergi di tim kami.

“Mbak nggak mau tanya kenapa?” tanyanya kemudian.

“Nggak, tapi kalau kamu mau ngasih tahu, bakalan saya dengerin.” Jawabku. Itu menjadi jawaban template dariku.

“Tadi aku ngelakuin kesalahan, habis itu ngerasa kalau orang-orang jadi benci sama aku karena kesalahan itu.” Ucapnya.

Aku mengangguk paham, “Yahhh, emang kadang-kadang kita apes ketemu sama orang yang kayak kompor. Hal kecil aja bisa dia gedein jadi sesuatu yang besar dan bermasalah. Anggap aja, kita lagi apes. Saya pernah denger, ada yang bilang gini, ‘nggak masalah kita selalu bikin kesalahan, asalkan bukan kesalahan yang sama’ saya setuju dengan hal itu, karena pada dasarnya manusia emang bakalan jadi tempatnya salah, apalagi di mata orang yang tidak senang dengan kita.”

“Mbak Kana juga pernah nemuin orang kayak gitu?”

“Apesnya iya...tapi kita juga harus bersyukur karena bisa ketemu sama mereka. Kita jadi bisa belajar ngadepin orang kayak gitu, kita juga tahu batasan kesabaran kita, kita juga tahu bahwa ternyata ada manusia macam itu.”

“Mbak Kana bisa biasa aja ngadepin kayak gitu?”

“Awalnya nggak, saya juga marah seharian, ngomel sana ngomel sini, saya nyalahin orang lain, tapi lama kelamaan saya jadi paham, saya juga ada salah dalam situasi itu, jadi ketika itu kejadian lagi, saya Cuma diem, saya tahan amarah saya dan berusaha tetap baik, walaupun di belakang saya marah atau nangis. Lagian, itu Cuma ada di hari itu aja, besok lagi nggak ada, udah ganti cerita, begitu juga besoknya lagi.”

Kami terdiam sejenak.

“Oh iya, saya juga pernah denger, kalau semua hal itu ada tanggal kadaluwarsanya. Kebahagiaan, orang, kesedihan, masalah, apapun itu. Jadi, percaya aja, apapun yang terjadi, sepahit apapun itu, nikmati aja, setelah masanya habis, dia akan pergi dengan sendirinya dan kitapun bisa menerima dengan baik.”

Daniar mengangguk-angguk. Aku menepuk bahunya pelan, “Nggak ada kehidupan yang jalannya mulus, nggak ada kejadian yang nggak ada tujuannya, jadi, coba aja terus, waktu berjalan dan kita nggak bisa minta diulang. Salah perbaiki, berhasil disyukuri. Nggak masalah kalau emang mau ngilang, tapi nggak usah lama-lama, karena masih banyak masalah yang belum kita coba. Saya pergi dulu ya, kalau masih nggak enak, besok cuti dulu aja. Tenangin diri dulu, biar pas dateng kerja kamu juga bisa percaya diri lagi.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...