Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2024

Cerpen : 1 Tahun #3 (End)

"Ta," panggil Mbak Linda. "Kenapa mbak?" "Tenang ya. Aduhh. Ada yang nyari lo di bawah. Kenan." Ucap Mbak Linda. Aku langsung berdiri dan keluar dari ruang kerja. Hari yang aku tunggu-tunggu selama 1 tahun ini sudah tiba. Kami hanya diam dan saling menatap. Beberapa detik kemudian aku menarik Kenan keluar dari kantor. "Kenapa?" Tanyaku. "Aku mau minta maaf atas sikapku..." "Iya, kenapa?" Potongku segera. "Aku nggak bisa, Ta. Aku nggak yakin sama kamu. Tapi setelah 1 tahun ini aku sadar, emang cuma kamu yang bisa ngertiin aku." "Ha? Nggak yakin tapi kamu ngajakin aku nikah, nyiapin banyak hal?! Kenapa nggak bilang dari awal, atau nggak usahlah ngajak-ngajak nikah!" "Maafin aku, aku janji aku bakal perbaikin semuanya. Kita mulai dari awal." "Nggak, nggak bisa. 1 tahun ini aku kejebak sama masalah kita yang belum tuntas. Kamu nggak mikirin dampak masalah itu di aku? Cukup, aku udah denger alesan...

Cerpen : 1 Tahun #2

Seperti biasa, rutinitas sehari-hari. Bangun pagi, sarapan, mandi, kerja sampai sore kemudian pulang, tidur. Tapi mungkin di akhir bulan Desember ini, aku tidur di kantor. Mbak Linda, Mbak Seta, Mbak Dini, dan yang lainnya sudah mulai pergi keluar ruangan untuk melihat kembang api perayaan pergantian tahun. Sedangkan aku malas untuk ikut dan memilih tinggal sendirian di dalam ruang kerja. Aku tidak takut, seperti ini justru membuatku lebih tenang. Aku duduk di kursi yang berada di balkon lantai ruang kerja kami. Angin malam itu berhembus lumayan dingin, karena aku berada di lantai 3. Masih pukul 11.00 malam, kurang 1 jam lagi. Tapi suasana di lapangan dekat kantor sudah sangat ramai, bahkan sejak tadi Magrib. Sambil menikmati suasana tenang itu, aku mendengarkan musik dengan headset dan sepertinya aku akan tertidur. Mungkin, 5 atau 10 menit, kemudian aku terbangun dengan terkejut karena ada Dika yang sudah duduk di pegangan kursi yang aku duduki. Tanpa sadar, selama 5 atau 10 menit itu...

Cerpen : 1 Tahun #1

Setelah 1 tahun berlalu, rasanya masih sama saja, masih terasa baru dan begitu mengganggu. Kenan, membatalkan pernikahan denganku. Sepihak. Tanpa kabar. Bahkan setelah 1 tahun, aku masih tidak mendengar kabar keberadaannya. Aku tidak berharap dia kembali kemudian meminta untuk mengulangi hubungan kami dari awal. Aku juga tidak menunggu dirinya kembali dan mengatakan menyesal. Aku hanya penasaran, apa yang membuatnya melakukan hal tersebut. Mereka bilang ini karma karena aku pernah meninggalkan seorang laki-laki dengan cara yang tidak baik. Tapi, apa harus sejauh itu jika ini sebuah karma. Kami bukan sebatas pacaran lagi, kami sudah bertunangan bahkan sudah menyiapkan pernikahan. Persiapannya pun tidak sebatas menentukan tanggal, kami sudah memesan gedung, catering, undangan, hingga gaun pernikahan. Bahkan kami sudah membayar separuh dari biaya semua itu. Apa masih pantas itu dikatakan karma dari kesalahan saat menjalin hubungan pacaran?! 1 tahun itu, yang akhirnya membuatku benar-benar...