"Ta," panggil Mbak Linda. "Kenapa mbak?" "Tenang ya. Aduhh. Ada yang nyari lo di bawah. Kenan." Ucap Mbak Linda. Aku langsung berdiri dan keluar dari ruang kerja. Hari yang aku tunggu-tunggu selama 1 tahun ini sudah tiba. Kami hanya diam dan saling menatap. Beberapa detik kemudian aku menarik Kenan keluar dari kantor. "Kenapa?" Tanyaku. "Aku mau minta maaf atas sikapku..." "Iya, kenapa?" Potongku segera. "Aku nggak bisa, Ta. Aku nggak yakin sama kamu. Tapi setelah 1 tahun ini aku sadar, emang cuma kamu yang bisa ngertiin aku." "Ha? Nggak yakin tapi kamu ngajakin aku nikah, nyiapin banyak hal?! Kenapa nggak bilang dari awal, atau nggak usahlah ngajak-ngajak nikah!" "Maafin aku, aku janji aku bakal perbaikin semuanya. Kita mulai dari awal." "Nggak, nggak bisa. 1 tahun ini aku kejebak sama masalah kita yang belum tuntas. Kamu nggak mikirin dampak masalah itu di aku? Cukup, aku udah denger alesan...