Langsung ke konten utama

26 TAHUN

26 tahun ini banyak hal di luar prediksi BMKG. Gue sendiri juga kaget mengalami banyak hal ini. Yang tentunya tetap gue syukuri sekalipun itu, berakhir tidak seperti apa yang gue harapkan. Gue percaya rencana Tuhan lebih baik daripada rencan temen gue.

Dari sekian kejadian, banyak hal juga yang gue dapatkan. Kabar baik dan ilmu baru, perasaan baru, emosi baru. Gue juga akhirnya belajar mengatur emosi, mengatur pola hidup gue, dan akhirnya sekarang gue punya berat badan 39 kg. Target selanjutnya harus tembus 40 kg sih.

Dari segi keuangan, akhirnya ada beberapa tambahan job desk yang diapresiasi atasan gue dan dapat tambahan gaji. Cicilan gue juga udah mulai menipis. Kalau soal keuangan, gue nggak berani berencana lebih selain nabung sebisanya aja. Agak susah karena jiwa jajannya masih belum terkondisikan.

Soal percintaan, tentu ada pengalaman baru dan pastinya melewati drama-drama seperti biasanya. Bedanya, gue sedikit lebih dewasa dalam menyikapi masalah yang terjadi. Entah gue benar atau salah, tapi menurut gue sendiri, ini udah tepat daripada gue ngeluarin jurus Ninjutsu.

Yang paling menyenangkan adalah banyak musik baru yang lebih seger. Walaupun pas sedih larinya tetep ke musik lawas semua. Bernadya, Eaj, .Feast yang awalnya gue cuma suka beberapa lagu, di album terbarunya tahun ini hampir semua gue suka. Kalau lagu lawas yang akhirnya gue cari lagi adalah lagu dari Raditya Dika Project, The Mad, The Produk Gagal, Netral juga. Nggak tahu kenapa, lagu-lagu itu menjadi menarik lagi buat gue. Ada Es Nanas, Evo juga.

Tentang planning selanjutnya, gue nggak ada planning apapun. Terakhir kali gue berencana ujung-ujungnya jadi tumpukan rencana doang. Jadi kali ini gue mau jadi sampah atau debu aja, ngikut aliran arus atau angin ngebawanya ke mana. Kalau misal gue nggak mampu tinggal nabrakin diri ke batu atau pohon, biar nggak jadi bablas. Gue cuma akan ngejalanin hidup dengan apa adanya, makan teratur, tidur cukup, sehat, uang cukup juga, ibadah sebanyak-banyaknya. Seenggaknya kalau gue nggak jadi nikah, gue matinya nggak sia-sia. Seenggaknya kalau gue nggak pernah nyia-nyiain tubuh gue yang ikut berjuang melawan banyak hal selama hidup. Seenggaknya, gue masih bisa baik-baik aja.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...