Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2024

OPINI : Ngomongin soal kopi

Gue lupa tepatnya kapan, tahu-tahu gue jadi akrab aja sama minuman hitam satu ini. Seinget gue, setelah gue tahu ada masalah asam lambung, saat itu pula gue malah sering minum kopi. Bahaya memang kalau nggak memperhatikan kondisi badan dulu, minimal udah makan aja dan pas minum kopi jangan sampai dibarengin makan sesuatu yang pedes atau masam. Sampai akhirnya gue ngerasain efek-efek lain selain asam lambung naik setelah minum kopi. Yang gue rasakan akhir-akhir ini, kopi cukup membantu gue untuk begadang nyelesain kerjaan dan yang paling baru, pusing gue juga bisa ilang gara-gara minum kopi. Maka dari itu, akhirnya gue memutuskan untuk berkenalan lebih jauh sama kopi, siapa tahu kami bisa kerja sama dengan baik walaupun gue masih kena asam lambung. Menurut AI Overview, jenis kopi itu ada banyak, yang paling umum di pasaran adalah Arabika dan Robusta. Kopi yang umum di perjual-belikan dalam bentuk kemasan/instan itu yang jenisnya Robusta, karena dari segi harga lebih murah dibandingkan A...

Gue Tahu, Hidup Itu Nggak Mudah

Apalagi di usia 25 tahun ke atas. Hidup lo mulai diributin soal karis, pasangan, belum lagi pencapaian-pencapaian lainnya. Kelihatannya cuma 3 poin, tapi percayalah, 3 poin itu (yang tentu bisa nambah) akan ngelahirin masalah-masalah yang bikin kepala lo meledak. Kuncinya IBADAH. Itu bener. Ibadah yang kita yakini dan kita lakukan dengan niat yang tulus hanya ditujukan kepada Sang Pencipta. Doa dan usaha yang kita lakukan nggak akan nemuin kata SIA-SIA, walaupun mungkin prosesnya nggak cepat, nggak gampang. Tapi itulah seni bertahan hidup, TERIMA-HADAPI-NIKMATI. Menurut gue ketika lo bisa melakukan hal itu, semua akan terasa jauh lebih...ringan. Sekalipun kita jalan di atas pasir, di atas kerikil tajam, berat dan darahnya bisa aja nggak kerasa, karena kita terlanjur menikmati tiap perjalanannya. Yang perlu kita sadari lagi adalah kita hidup di dunia yang terasa kejam ini nggak sendirian. Orang lain di luar sana, di belahan negara lain, juga mengalami masalah. Kalau nggak kelihatan, itu...

Sepenggal Cerita #2 Pisah

"Sayangnya, perasaan itu nggak tetap. Mau nggak mau, kita harus nerima kenyataan kalau perasaan itu bisa berubah kapan aja." Ucapku dipertemuan kami pertama kalinya setelah beberapa bulan. "Sialnya, perasaan pertama kali itu pasti menyenangkan jika dengan orang yang tepat. Dan sialnya, cuma gue yang ngerasa bahwa perasaan kesan pertama itu menyenangkan. Bahkan sampai bikin gue pengen balik ke waktu pertama kali ketemu, pertama kali gue naksir duluan." "Dan dengan perasaan pertama kali itu gue selalu berhasil bikin perasaan gue tetap. Sekalipun kita sempat perang dingin, sekalipun lo sempat nggak ada kabar. Itu kenapa gue masih di sini." Hampir setengah mati aku menahan air mata saat mengucapkan semua kalimat itu. Ya, karena firasatku perasaan Dika berubah, entah sesaat atau memang sudah berubah. Aku mencoba tetap tersenyum dan berlaku seperti biasanya. "Gue seneng lo masih mau ketemu, lo dalam keadaan baik secara fisik. Gue ngerasa cukup bisa lihat lo...

Sepenggal Cerita #1

"1, 2, 3." Seperti dugaanku, satria akan muncul dengan sepeda gunung yang legend itu. Pukul setengah lima sore tadi, dia mengirimiku pesan bahwa ia kembali bertengkar dengan pasangannya. Hubungan mereka baru saja berjalan kurang lebih 4 bulan. "Huh," Ia langsung duduk bersandar dengan wajah lelahnya. Lelah secara fisik, karena hari ini ia bekerja di lapangan. Lelah secara batinnya, karena pasangannya yang merajuk. "Gilak, baru pertama kali pacaran, gini amat. Emang paling bener nggak usah jatuh cinta ya." Ucapnya kemudian mengambil rokok dan korek api, kebiasaan kebanyakan laki-laki kalau stress. "Ngomonglah, Yu. Diem aja." Ucapnya kemudian karena aku tidak segera menanggapi. "Hahaha, lah gue mau bilang apa?! Sabar? Udah nggak kedengeran juga kan di telinga lo?" Ucapku. "Emang semua cewek gitu ya, Yu? Marah nggak jelas, tiba-tiba ngilang." "Nggak tahu juga, gue belum pernah neliti." "Lo gitu nggak?" Aku dia...