Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2025

Sebuah Cerita : Semua Ini Bermula dari Rilisnya Sebuah Lagu

Siapa yang nggak kenal Raditya Dika, publik figur yang multitalent ini. Di awal Desember 2024, ia merilis empat buah lagu dalam EP Timun Jelita, yang sangat manis menurut gue. Karena setiap kali gue dengerin keempat lagu itu refleks gue tersenyum, seolah-olah masuk ke cerita lagu tersebut. "Aku pulang dulu, ya"  tulisku dalam pesan singkat kepada Rino, laki-laki yang sedang dekat dengan gue. Singkatnya, dia adalah laki-laki yang dikenalkan oleh saudara gue. Kami sudah tiga bulan dekat dan berniat untuk serius. Entah sebuah keputusan yang tepat atau tidak, buru-buru atau sudah pas. Hanya saja gue ngerasa memiliki banyak kecocokan dengan Rino dan sepertinya dia juga laki-laki yang baik. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Dia tidak kunjung membalas pesan itu, padahal ini sudah melewati jam pulang kantor. Tapi gue tidak begitu menghiraukannya dan kembali asyik mendengarkan lagu Timun Jelita di perjalanan pulang, bahkan setelah sampai di rumah dan makan siang yang kesorean, juga...

Jadi, Cari Alasan untuk Bertahan Walaupun Itu Sepele

Sesepele apapun alasannya, itu menjadi sangat berarti bagi orang yang lagi putus asa. Itu akan menjadi nilai yang bisa menguatkan. Hal-hal sepele yang sering kita lupakan, kesampingkan karena dalam pikiran kita yang bisa menguatkan hanyalah alasan-alasan besar, alasan yang terdengar Wah. Gue mulai menyadari hal ini saat gue dalam situasi yang berat untuk gue lewati. Dalam diri gue udah nggak mau bertahan, gue menyerah dengan kondisi kesehatan fisik gue yang makin bertambah keluhannya. Gue menyerah ketika tiap harinya gue selalu merasa semakin tertekan. Sampai akhirnya disuatu hari gue mendapat pesan dari orang yang gue kenal karena relasi pekerjaan. Waktu itu dia ada keperluaan pekerjaan dengan gue, tapi gue lagi izin sakit. Terus, dia bilang, 'Nggak papa, semoga lekas semubuh ya, makan yang banyak.'  terdengar sepele tapi saat itu sangat menyentuh perasaan gue. Dari situ gue berpikir, ternyata sedetik-dua detik di masa kritis ini, gue bisa ketemu nyawa baru. Dimana keberadaan ...

rumahsakit, Kini Tiada (Perihal Berpasangan)

Ditengah-tengah senangnya atas kabar menyenangkan dari teman-teman dekat gue, ternyata ada keganjalan yang gue rasakan. Setelah hampir 1 bulan kami tidak menjalin komunikasi, gue jadi makin yakin kalau dia sudah menyerah juga. Walaupun ini salah, karena gue nggak nanya dulu. Mungkin emang dari awal gue yang salah, karena masih percaya pikiran gue sendiri. Akhirnya gue bingung, masih perlu nggak gue pamit? Kalau perlu mungkin kurang lebih gue pengen ngomong gini : Gimana kabarnya? Semoga menyenangkan ya. Gue mau ngaku kalau udah hapus nomor lo, karena tiap hari hawanya cuma berharap lo chat gue dulu, kadang gue juga pengen chat lo, tapi takut kalau ternyata pesan gue malah ngerusak hari lo yang awalnya baik-baik aja jadi berantakan. Gue baik-baik aja di sini, cuma emang ada yang kosong aja. Tapi, justru dari situ gue mulai belajar untuk ngisi kekosongan itu sendiri. Kebetulan itu juga PR dari psikolog yang waktu lalu gue datengin. Katanya, kita harus bisa menuhin kebutuhan kita sendiri,...

Sebuah cerita : Tahun baru ini, berakhir

Sebuah cerita dari Ays dan ditulis kembali oleh Nrm --- Riuh suara kembang api mulai terdengar dari berbagai penjuru, bahkan dalam ponsel pintar yang saat ini Kania genggam. Postingan cerita di whatsapp dan instagram yang berisikan video pesta kembang api, juga ucapan doa, harapan mulai bermunculan. Tak sedikit juga postingan video untuk mengabadikan momen bersama pasangan, mereka yang saling berpelukan, bergandengan, mengucapkan kalimat-kalimat harapan untuk kelanggengan hubungannya. " Happy new year!!! Happy with you, always with you, forever with you ." Kalimat-kalimat semacam itu menjadi kalimat untuk mengakhiri penggalan video yang mereka buat kemudian mereka berpelukan. Kania hanya bisa menghela napas, pasrah. Bukan tahun untuknya merasakan kebahagiaan memiliki pasangan seperti dalam video yang saat ini memenuhi media sosial. Jangankan berpasangan, menaruh rasa kepada satu laki-laki saja, ia gagal. Lagi. "Mbak gosong tuh!" Ucap Dana, adiknya. Ia membuka kecil ...

NEW YEAR, NEW ME, NEW-NGSEP

 2024 selesai, tapi hidupmu masih berjalan?! Selamat!!! Anda memasuki waktu baru dengan nasib yang sama (kalau nggak berusaha berubah) Setelah melewati drama-drama di 2024, alangkah baiknya gue mengucapkan terima kasih dan maaf kepada gue sendiri di versi 2024. Kita udah nglewatin hal yang sedih di awal tahun itu. Dimana akhirnya kita dikasih pukulan telak setelah nekat nungguin orang selama setahun. Tapi, Allah kasih kejutan yaitu dipertemukan dengan orang yang sama halnya bikin kita heran dan ngabarin, ternyata masih ada ya, orang yang mau ketemu sama gue, kenal sama gue.  Yang mana perjalanannya semakin menyenangkan dan serius walaupun akhirnya berujung kandas. Mungkin memang belum waktunya. Jadi, mari kita nikmati perjalanannya saja. Untuk menjadi kita versi yang lebih baik. Nggak cuma itu, kabar bahagia dari sohib 3 tahun kita, yang akhirnya melepas lajang seperti yang ia harapkan. Perasaan sedih jelas ada, karena ternyata menerima kenyataan tanpa dia itu nggak mudah. Sam...