Sesepele apapun alasannya, itu menjadi sangat berarti bagi orang yang lagi putus asa. Itu akan menjadi nilai yang bisa menguatkan. Hal-hal sepele yang sering kita lupakan, kesampingkan karena dalam pikiran kita yang bisa menguatkan hanyalah alasan-alasan besar, alasan yang terdengar Wah.
Gue mulai menyadari hal ini saat gue dalam situasi yang berat untuk gue lewati. Dalam diri gue udah nggak mau bertahan, gue menyerah dengan kondisi kesehatan fisik gue yang makin bertambah keluhannya. Gue menyerah ketika tiap harinya gue selalu merasa semakin tertekan. Sampai akhirnya disuatu hari gue mendapat pesan dari orang yang gue kenal karena relasi pekerjaan. Waktu itu dia ada keperluaan pekerjaan dengan gue, tapi gue lagi izin sakit. Terus, dia bilang, 'Nggak papa, semoga lekas semubuh ya, makan yang banyak.' terdengar sepele tapi saat itu sangat menyentuh perasaan gue. Dari situ gue berpikir, ternyata sedetik-dua detik di masa kritis ini, gue bisa ketemu nyawa baru. Dimana keberadaan orang lain yang menghargai gue, menerima gue, membutuhkan gue. Orang-orang yang mungkin akan sedih ketika mendengar kabar kematiaan gue, walaupun hanya saat hari pemakamannya aja. Orang-orang yang akan mengingat hal-hal kecil yang gue lakukan, tapi sangat membantu di hidup mereka.
Nggak cuma itu, hal-hal yang lebih sepele lagi, seperti rilisan terbaru dari band favorit, series kopi yang dirilis sama cafe atau brand favorit, dateng ke kedai es krim ketemu sama mas-mas penjaganya yang selalu baik hati. Senyum keluarga yang masih support dan bertahan dengan kondisi gue. Begitu juga teman-teman gue yang rajin ngajakin keluar.
Sangat disayangkan kalau gue tetap memilih meninggalkan semua itu. Seenggaknya gue harus melihat mereka selesai dan bisa berjalan sendiri tanpa sedikit bantuan dari gue, gue harus ngerasaun semua hal yang gue suka seenggakanya sekali. Gue bisa lihat senyum keluarga dan teman gue lebih lepas tanpa khawtair soal gue. Seenggaknya gue bisa dengan aransemen yang berbeda saat band favorit gue konser, walupun cuma online. Seenggaknya gue nulis dulu sebelum gue pergi.
Komentar
Posting Komentar