Langsung ke konten utama

NEW YEAR, NEW ME, NEW-NGSEP

 2024 selesai, tapi hidupmu masih berjalan?! Selamat!!! Anda memasuki waktu baru dengan nasib yang sama (kalau nggak berusaha berubah)

Setelah melewati drama-drama di 2024, alangkah baiknya gue mengucapkan terima kasih dan maaf kepada gue sendiri di versi 2024.

Kita udah nglewatin hal yang sedih di awal tahun itu. Dimana akhirnya kita dikasih pukulan telak setelah nekat nungguin orang selama setahun.

Tapi, Allah kasih kejutan yaitu dipertemukan dengan orang yang sama halnya bikin kita heran dan ngabarin, ternyata masih ada ya, orang yang mau ketemu sama gue, kenal sama gue. Yang mana perjalanannya semakin menyenangkan dan serius walaupun akhirnya berujung kandas. Mungkin memang belum waktunya. Jadi, mari kita nikmati perjalanannya saja. Untuk menjadi kita versi yang lebih baik.

Nggak cuma itu, kabar bahagia dari sohib 3 tahun kita, yang akhirnya melepas lajang seperti yang ia harapkan. Perasaan sedih jelas ada, karena ternyata menerima kenyataan tanpa dia itu nggak mudah. Sampai akhirnya gue memutuskan untuk pergi ke psikolog dan dari sini kita harus belajar mandiri, nggak bergantung dengan orang lain untuk kebutuhan utama kita.

Dan hebatnya, dipenghujung tahun ini kita ketemu sama orang-orang yang sangat menyenangkan. Untuk pertama kalinya, meetup cingku dengan formasi tambahan. Yang awalnya dengan janjian random di rumah sakit dulu sampai akhirnya habisnya 12 jam.

Juga, ikut acara positif vibe yang rutin tiap akhir tahunnya. Yang kita sempet males buat ikut, karena banyak pikiran negatif yang memprovokasi, tapi ternyata nggak seluruh dan menyebalkan itu.

2024 yang gebrakannya emang WOW, kacau kocak ini, terima kasih telah menjadi waktu yang cukup untuk belajar hal tak terduga, maaf apabila masih menjadi pribadi yang kurang baik kepada diri sendiri.

Untuk 2025, gue nggak akan menjanjikan apa-apa selain usaha lebih keras lagi untuk menjadi baik secara pelan-pelan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...