Siapa yang nggak kenal Raditya Dika, publik figur yang multitalent ini. Di awal Desember 2024, ia merilis empat buah lagu dalam EP Timun Jelita, yang sangat manis menurut gue. Karena setiap kali gue dengerin keempat lagu itu refleks gue tersenyum, seolah-olah masuk ke cerita lagu tersebut.
"Aku pulang dulu, ya" tulisku dalam pesan singkat kepada Rino, laki-laki yang sedang dekat dengan gue.
Singkatnya, dia adalah laki-laki yang dikenalkan oleh saudara gue. Kami sudah tiga bulan dekat dan berniat untuk serius. Entah sebuah keputusan yang tepat atau tidak, buru-buru atau sudah pas. Hanya saja gue ngerasa memiliki banyak kecocokan dengan Rino dan sepertinya dia juga laki-laki yang baik.
Berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Dia tidak kunjung membalas pesan itu, padahal ini sudah melewati jam pulang kantor. Tapi gue tidak begitu menghiraukannya dan kembali asyik mendengarkan lagu Timun Jelita di perjalanan pulang, bahkan setelah sampai di rumah dan makan siang yang kesorean, juga nyelesaiin beberapa pekerjaan yang belum selesai untuk hari itu. Sambil bayangin dua orang yang ada didalam lagu itu adalah kami, gue dan Rino.
Ya...dekat dengan Rino membuat dunia gue berubah, seperti salah satu lagu yang berjudul Jika Bersamamu. Hari gue tetap menyenangkan sekalipun ada klien yang menyebalkan. Energi gue juga langsung keisi tiap kali ngobrol sama Rino walaupun sampai tengah malam dan besoknya gue harus tetap bangun pagi. Gue jarang ngerasain bosen, karena dia selalu punya cara bikin gue ketawa.
Memiliki hubungan dengan Rino juga membuat gue bisa tidur tanpa harus drama kecemasan sebelum tidur. Semua terasa sempurna, sebelum akhirnya ada pesan balasan dari Rino, "Maaf ya, kayaknya kita nggak bisa lanjutin hubungan ini."
Seperti diguyur hujan dan tersambar petir, gue hanya bisa membeku dan menahan napas untuk beberapa detik. Lagu-lagu Timun Jelita mendadak hilang dari telinga gue dan berganti dengan lagu milik Sheila on 7-Hujan Turun. Iya, karena tetangga gue lagi check sound buat speaker aktif.
Gue segera menyadarkan semua indera gue. Mencoba menelaah apa yang sedang terjadi satu-persatu. Gue kembali membaca pesan singkat itu, gue lihat nama pengirim, waktu dikirim, dan berkahir diisinya. Gue mencoba mencubit tangan gue sendiri karena gue berharap ini sebuah mimpi. Tapi semuanya nyata dan gue hanya bisa diam. Gue belum bisa menangis walaupun cuacanya mendukung bahkan tetangga gue juga masih memutar lagu yang sama. Dan itu tidak merubah kenyataan bahwa 8 Desember 2024, ketika Timun Jelita rilis EP-nya, ketika gue cukup yakin dengan Rino, ternyata gue harus kembali merelakan perasaan gue dan berakhir gagal.
Komentar
Posting Komentar