Langsung ke konten utama

OTEM : SIAL!

Waktu berjalan sangat cepat. Lebih cepat daripada dugaanku. Banyak hal pula terjadi, yang terasa tiba-tiba, padahal yang sebenarnya karena memang sudah waktunya terjadi. Tapi karena aku adalah manusia dengan penuh dengan ketidaksiapan sekalipun sudah mempersiapkan, sekalipun sudah diberi tahu lebih awal.

Ada banyak hal menyenangkan, ada juga yang menyedihkan. Jika aku boleh mengutip sebuah kalimat dari drama korea yang sempat aku tonton, bahwa hal yang menyenangkan dan menyedihkan itu hadir secara seimbang. Jadi, ketika yang terjadi saat ini adalah sesuatu yang menyedihkan, percayalah bahwa akan ada hal yang menyenangkan setelahnya.

Aku berusaha untuk mempercayai kalimat itu, bahkan dalam keyakinanku pun memang dijelaskan juga bahwa setelah ada kesulitan pasti akan ada kemudahan. Tapi sekali lagi, aku adalah manusia, yang baru sekali hidup dan penuh dengan keluhan.

Aku bersyukur dibalik kekuranganku yang keras kepala, tidak sabar, kurang bisa mengontrol emosi, aku memiliki kelebihan yang bagiku luar biasa. Ada banyak keterampilan yang sebenarnya bisa aku kembangkan. Bahkan hal yang membuatku heran adalah ketika orang-orang disekitarku datang kepadaku dengan masalah-masalahnya, tentang pekerjaan. Seolah-olah setelah mendatangiku masalah itu selesai. Padahal, aku sendiri juga tidak tahu, sekedar menebak yang ternyata tepat. Tentu semua berkat Sang Maha Kuasa, yang sudah mengatur jalannya. Sialnya, itu berjalan terus menerus, setiap hari, datang bergantian, tapi tak jarang juga bersamaan. Sampai membuatku bingung dan berujung kehilangan fokus dan keseimbangan. Hal yang sampai sekarang masih menjadi masalah utamaku, apabila terlalu ramai, entah situasinya, entah pikirannya. Walaupun seperti itu, aku harus tetap menyelesaikannya, bahkan harus tetap terlihat baik-baik saja.

Kadang capek, pengen marah, pengen sekali-kali bilang, "coba deh usaha dulu sebelum nanya!" walaupun nanya juga salah satu usaha, tapi usaha terakhir. Kadang gue juga mikir, kalau semua masalah orang lain gue yang nyelesain, masalah gue gimana? Belum tentu mereka akan bantu, nggak jarang juga setelah mereka selesai dengan masalahnya, langsung pergi dan nggak lihat ke belakang lagi. Orang positif mungkin akan bilang, "ada Allah yang bantu," Iya, aku percaya, bahkan aku bisa menyelesaikan masalah orang lain itu juga karena bantuan-Nya, tapi kadang dikondisi lemah dalam segala hal ini, aku tetap mengeluhkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...