Waktu berjalan sangat cepat. Lebih cepat daripada dugaanku. Banyak hal pula terjadi, yang terasa tiba-tiba, padahal yang sebenarnya karena memang sudah waktunya terjadi. Tapi karena aku adalah manusia dengan penuh dengan ketidaksiapan sekalipun sudah mempersiapkan, sekalipun sudah diberi tahu lebih awal.
Ada banyak hal menyenangkan, ada juga yang menyedihkan. Jika aku boleh mengutip sebuah kalimat dari drama korea yang sempat aku tonton, bahwa hal yang menyenangkan dan menyedihkan itu hadir secara seimbang. Jadi, ketika yang terjadi saat ini adalah sesuatu yang menyedihkan, percayalah bahwa akan ada hal yang menyenangkan setelahnya.
Aku berusaha untuk mempercayai kalimat itu, bahkan dalam keyakinanku pun memang dijelaskan juga bahwa setelah ada kesulitan pasti akan ada kemudahan. Tapi sekali lagi, aku adalah manusia, yang baru sekali hidup dan penuh dengan keluhan.
Aku bersyukur dibalik kekuranganku yang keras kepala, tidak sabar, kurang bisa mengontrol emosi, aku memiliki kelebihan yang bagiku luar biasa. Ada banyak keterampilan yang sebenarnya bisa aku kembangkan. Bahkan hal yang membuatku heran adalah ketika orang-orang disekitarku datang kepadaku dengan masalah-masalahnya, tentang pekerjaan. Seolah-olah setelah mendatangiku masalah itu selesai. Padahal, aku sendiri juga tidak tahu, sekedar menebak yang ternyata tepat. Tentu semua berkat Sang Maha Kuasa, yang sudah mengatur jalannya. Sialnya, itu berjalan terus menerus, setiap hari, datang bergantian, tapi tak jarang juga bersamaan. Sampai membuatku bingung dan berujung kehilangan fokus dan keseimbangan. Hal yang sampai sekarang masih menjadi masalah utamaku, apabila terlalu ramai, entah situasinya, entah pikirannya. Walaupun seperti itu, aku harus tetap menyelesaikannya, bahkan harus tetap terlihat baik-baik saja.
Kadang capek, pengen marah, pengen sekali-kali bilang, "coba deh usaha dulu sebelum nanya!" walaupun nanya juga salah satu usaha, tapi usaha terakhir. Kadang gue juga mikir, kalau semua masalah orang lain gue yang nyelesain, masalah gue gimana? Belum tentu mereka akan bantu, nggak jarang juga setelah mereka selesai dengan masalahnya, langsung pergi dan nggak lihat ke belakang lagi. Orang positif mungkin akan bilang, "ada Allah yang bantu," Iya, aku percaya, bahkan aku bisa menyelesaikan masalah orang lain itu juga karena bantuan-Nya, tapi kadang dikondisi lemah dalam segala hal ini, aku tetap mengeluhkan.
Komentar
Posting Komentar