Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2025

Sepenggal Cerita : Nasib #2

“Nasib orang nggak ada yang tahu, Neng.” Kalimat itu kembali terngiang dalam kepalaku, ketika aku melihat dua orang di atas panggung megah dengan hiasan bunga-bunga ini adalah dia dan sepupuku. Selang 1 bulan sejak pertemuanku dengannya di pasar loak, kami tidak lagi ada komunikasi atau secara kebetulan bertemu. Diwaktu yang sama aku mendapat kabar bahagia bahwa sepupuku akan menikah. Aku diam sejenak dan mencoba merunut kejadian-kejadian yang aku ingat. Saat dia mengatakan bahwa alasan dia pergi ke tempat ramai justru karena ia sedang tidak baik-baik saja. Yaa...secara sekilas dia menceritakan bahwa dia sedang bimbang tentang sesuatu, yang waktu itu aku tangkap sebagai ragu dengan perasaannya sendiri. Mungkin yang sebenarnya dia maksud adalah keputusan ini, tentang menikah, tentang yakin atas perasaannya. Aku masih memandang lurus ke arah panggung itu yang beberapa detik kemudian disambut oleh pandangannya. Kami sempat bertatap untuk beberapa detik yang aku akhiri dengan tersenyum da...

Sepenggal Cerita : Nasib #1

Sesi jalan-jalan kali ini aku mendatangi pasar loak, tempat yang menjual barang-barang bekas, barang antik, dengan harga yang murah. Ditemani Timy, kamera digital yang sudah aku andalkan untuk mencari uang, aku berkeliling melihat-lihat, berharap bisa menemukan barang yang berkesan. Hampir 30 menit aku masih belum menemukan sesuatu yang menarik. Aku memutuskan untuk berhenti di pedagang makanan dan minuman untuk beristirahat sebentar. Hal yang paling menyenangkan berada di tempat seperti ini adalah bertemu dengan manusia yang sangat ramah. Aku tahu itu teknik marketing, strategi mereka menarik pembeli, tapi dibodohi hal seperti itu, bagiku menyenangkan. Perasaan disapa, diajak berbincang, kadang dipuji secara berlebihan. Entah hanya aku atau orang lain juga, bagiku itu sangat menyenangkan, selain itu aku merasa keberadaanku dihargai meskipun tidak membeli. Ada kurang lebih 10 menit aku berbincang dengan penjual makanan dan minuman tersebut. Dia menceritakan alasannya berjualan di sini ...