Langsung ke konten utama

WIB : Baru-baru ini

Semakin tambah usia, semakin sering sakit pinggang. Persediaan obat lengkap kayak apotek berjalan. Dikit-dikit nguap, padahal jam tidur udah terpenuhi. Suka baca, tapi baru beberapa paragraf langsung ilang, keselip ngantuk. Udah mulai pilih-pilih makanan sama ngurangin manis, takut diabetes. Udah rela nggak tidur lagi habis subuh, karena lanjut jalan santai walaupun sekedar bolak-balik di depan rumah.

Jadi lebih sering di rumah, walaupun cuma rebahan. Keluar rumah cuma untuk keperluan kerja dan ketemu orang yang penting aja. Sering ngobrol sama tanaman pas nyiram sore-sore atau ngobrol sama hewan peliharaan pas ngasih makan siang. Ada waktu luang bawaannya ngelamun. Ada keresahan dikit diobrolin, tapi sama diri sendiri pas di kamar mandi. Udah jarang dengerin lagu dengan beat kenceng, takut makin budeg, awalnya playlist Pop-Rock berubah jadi Jazz, Indie, relaxing music.

Semakin tambah usia, semakin banyak hal yang kalau nggak berhasil, ya udah nggak papa, masih ada waktu untuk nyoba lagi. Kalau ngajak temen keluar tapi ternyata nggak bisa, ya udah nggak papa, masih ada besok buat pergi bareng lagi. Kuncinya selama ada jalan keluar, masih bisa napas juga, ya udah nggak papa. Tapi kalau kerjaan direvisi mulu, pengen ngajak yang ngrevisi buat ngerjain, biar tahu rasanya ngerjain projek yang sama berkali-kali itu CUUUAAAPEEKKK!!!

Jadi lebih sering dengerin musik sambil ngebedah arti liriknya. Sialnya, makin ke sini malah makin banyak lagu yang relate, niatnya nyari hiburan malah renungan. Udah mulai nggak peduli sama komentar orang lain soal masa depan. Udah mulai apa-apa demi diri sendiri, yang penting seneng, yang penting nyaman, yang penting amannn (takutnya nanti dikira ujungnya ngobat).

Semakin tambah usia, semakin make logika. Bukannya nggak punya perasaan, biar imbang aja sama dunia yang makin nggak berperasaan (upsss). Lebih sering iya aja, karena udah mulai males nanggepin perdebatan yang nggak penting-penting amat, mengingat masih harus kerja, jadi harus hemat energi luar-dalam. Mulai mempersempit pergaulan, makanya nggak heran kalau keluar nongkrong cuma sama orang-orang itu aja. Bukannya sombong, tapi tujuan nongkrong itu antara untuk naikin mood, nyari pencerahan, nyari hiburan, bukan nambah PR pikiran.

Baru-baru ini, baru sadar kalau ada banyak perubahan baik luar maupun dalam. Banyak juga orang di luar sana yang makin naik level menjadi istri baru, ibu baru, suami atau ayah baru. Ada juga yang baru nempatin rumah baru, tapi ada juga yang baru aja kehilangan rumahnya (bukan arti sebenarnya). Ada yang baru dapat kerjaan yang sesuai keinginan setelah bertahun-tahun bertahan di kantor penuh tekanan. Ada juga yang akhirnya milih resign walaupun belum ada pegangan kecuali iman dan taqwa kepada Allah SWT.

Baru-baru ini, lapangan yang minggu kemarin kering udah mulai hijau lagi. Ternyata karena tukang kebon desa rajin nyiram rumputnya sama kasih pupuk yang mantap sesuai kebutuhan. Jadi, kalau masih mau hidup harus rajin-rajin komunikasi sama yang ngasih hidup, ini kenapa ya? kok bisa gini ya? aku kurang apa ya? kalau ngomongin itu aja udah capek, ya udah, nggak papa, coba mati lagi aja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...